Disaat Guru Mendidik Disalah Artikan

Disaat guru mendidik disalah artikan - Mungkin ketika anda membaca artikel ini, anda tidak sempat bertanya dalam hati kecil anda. "Karena siapa saya bisa membaca?" Bila anda pernah duduk di bangku sekolah, minimal sekolah dasar pastilah akan mengingat guru sekolah dasar anda yang telah dengan gigih memberikan pengetahuannya dan melatih anda agar bisa membaca seperti sekarang ini. Marilah anda dan saya, mengucapkan terimakasih atas didikan para guru kita dahulu yang telah bersusah payah mengajari kita membaca dan menulis, walau terkadang karena kenakalan kita kadang membuat Beliau sedikit kesal. Sehingga tidak jarang hal tersebut akan dinilai oleh guru sebagai sebuah sikap yang salah sehingga wajarlah kalau kita mendapatkan sanksi atas sikap yang kita perbuat. 

"Apakah anda pernah dihukum oleh guru anda dahulu? "


Saya yakin bila anda memperoleh hukuman pastilah ada sesuatu yang anda langgar. Bila anda dihukum ketika anda salah, itu adalah hal yang lumrah dan wajar. Dengan tindakan tersebut, saya yakin anda pastilah tidak akan mengulangi perbuatan salah itu lagi. Dan apakah guru anda memarahi anda kesokan harinya? Apakah Beliau tidak memberikan perlakuan yang sama kepada anda dibandingkan dengan teman anda lainnya? Bila benar, saya yakin guru anda akan lebih bersikap baik kepada anda manakala kita sudah melakukan sebuah perubahan dari hal yang buruk ke hal yang baik. Itulah sebuah dampak postif dari sebuah hukuman di dalam dunia pendidikan. Adanya penyadaran sikap pada diri kita sebagai seorang siswa.

Bagaimana dengan keadaan sikap siswa di jaman sekarang ini?

Sebelum menanggapi pertanyaan ini, mungkin pertanyaan ini juga sempat terlintas di benak anda. Atau bahkan pernah anda tanyakan kepada orang lain atau kepada para pemerhati pendidik lainnya. 

Sikap siswa di jaman sekarang ini memiliki dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. Sisi postif dan negatif selalu berdampingan. Ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa kita pisahkan. Apa saja itu, berikut akan saya coba paparkan seringkas mungkin :


#Kemajuan teknologi mendidik siswa menjadi semakin melek IT



Kemajuan teknologi kini begitu cepatnya. Hampir di setiap sendi kehidupan kita tidak bisa lepas dari yang namanya kemajuan teknologi. Demikian pula di dalam dunia pendidikan. Teknologi sangat dibutuhkan sekali dalam pendidikan. Guru bisa lebih mudah dalam membelajarkan siswanya ketika ada media pembelajaran berbasis IT ( Informasi Teknologi)

Selain itu perkembangan IT banyak sudah merasuk pada kehidupan sosial siswa. Pertumbuhan smartphone yang kian membumbung. Banyak siswa yang sudah mengenal gadget dan menjadikan alat tersebut sebagai sebuah mainan yang kalau tidak ada sehari saja ada yang kurang.


Siswa mulai mengenal jejaring sosial seperti Facebook, Instagram, Twiter, Line, Whastup, BlackBerry Massenger (BBM) dan situs jejaring sosial lainnya. Kemajuan tersebut memang patut kita banggakan. Sebab dengan mengenal adanya jejaring sosial tersebut mereka akan lebih mengenal bagaimana perkambangan dunia.


Namun, kemajuan teknologi seperti itu bila tidak dibarengi dengan pendidikan karakter dan pendampingan dari orang tua dan guru, maka akan banyak terjadi penyelewangan penggunaan IT tersebut.


Penyedia layanan internet pun berlomba-lomba memberikan kapasitas bergigabite untuk melakukan browsing di dunia maya. Hal tersebut tidak terlepas lagi karena menjamurnya smartphone yang bisa digunakan dengan mudah oleh siswa. Apakah hal tersebut bisa kita larang? sulit sekali untuk membendung hal tersebut.


#Siswa kian mengikuti bagaimana perkembangan jaman di segala bidang





0 Response to "Disaat Guru Mendidik Disalah Artikan"

Posting Komentar

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !

Iklan Atas

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel