Langsung ke konten utama

Keunikan Awal Sekolah yang Terjadi di Sekolah Dasar

Keunikan awal sekolah yang terjadi di sekolah dasar - Tidak terasa tahun ajaran baru telah dimulai lagi di awal tahun ajaran 2016/2017 di bulan Juli 2016 ini.
Awal sekolah di tahun baru pelajaran tentunya merupakan hari yang paling ditunggu oleh anak-anak yang akan melanjutkan pendidikannya. Sekolah dasar misalnya selalu sibuk setiap tahunnya untuk muenerima murid baru.
Maksimal murid yang bisa diterima perkelasnya adalah 32 siswa . tahun ajaran ini pun sekolah saya hanya menerima siswa 31 siswa.
Berbagai latar belakang siswa pun ada di sana. Mulai dari keluarga petani, pedagang, pengrajin, pegawai hingga seniman.
Hal yang unik terjadi yaitu pada saat mulai masuk sekolah di awal tahun pelajaran. Keunikan yang terjadi diantaranya :

1. Orang tua tampak antusias ketika mengantarkan anak mereka untuk bersekolah.
Mengantarkan anak ke sekolah di awal tahun pelajaran merupakan sebuah kegiatan yang memang sudah diamanatkan oleh pemerintah.
Penting sekali bagi orang tua untuk mengantarkan anaknya ke sekolah. Dengan mengantarkan anak ke sekolah secara tidak langsung akan memberikan peluang kepada orang tua untuk mengenal lebih dekat sekolah tempat anak mereka akan belajar. Sekaligus akan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengenal para orang tua siswa yang menitipkan anaknya di sekolah tersebut.

2. Banyak orang tua yang menunggu anaknya sampai jam sekolah selesai
Mungkin karena sang anak yang masih takut ditinggal orang tua, sehingga menyebabkan para orang tua harus ikut menghabiskan beberapa waktunya di sekolah.
Karena takut anaknya menangis mereka pun harus menunggu hingga jam belajar selesai.

Minggu awal tahun pelajaran baru biasanya adalah awal masa orientasi. Kalau dulu lebih dikenal dengan nama MOS. Kini MOS tidak lagi berlaku. Karena pada pelaksanaanya pada jaman dulu hingga beberapa tahun lalu acap kali dijadikan ajang perploncoan oleh kakak kelasnya. Untuk hal semacam itu tidak ditemukan di sekolah dasar. Mengingat segala bentuk pelaksanaan orientasi seluruhnya dilaksanakan oleh guru. Berbeda dengan jenjang pendidikan menengah, atas hingga tinggi. Semua pelaksanaan melibatkan siswa tingkat atas.

Masa Orientasi Siswa kini digantikan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan pengenalan ini dilakukan dengan sangat bijaksana sesuai dengan peraturan yang sudah dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan.
Kegiatan pengenalan sekolah lebih difokuskan pada ajang pengenalan lingkungan , kegiatan belajar, program sekolah dan cara belajar.

Dengan program pengenalan sekolah ini maka diharapkan tidak ada lagi perploncoan kepada siswa baru.

3. Siswa kelas satu baru lebih suka jam istirahat
Yang namanya anak-anak pastilah mereka lebih menyukai yang namanya jajan. Diawal sekolah banyak anak kelas satu yang selalu ingin cepat-cepat menunggu jam istirahatlah. Apa lagi kalau bukan karena mereka ingin istirahat.
Terkadang ada saja beberapa anak yang sering datang ke kantoran karena ada temannya yang nakal suka gangguin ketika bermain. 

Guru pun harus peka dengan laporan ini dan jangan membiarkan begitu saja atau menganggap remeh apa yang disampaikan oleh siswa. Kerena banyak sekali terjadi kasus-kasus di beberapa daerah adanya tindakan yang diterima siswa dari teman di sekolahnya. 

Guru harus memperhatikan kondisi tersebut dan berusaha mencari dan menyelidikinya jika dipandang tidakan tersebut hanya sebatas candaan maka guru sebaiknya memberikan penjelasan kepada siswa tersebut.

Memang mengajar di sekolah dasar memposisikan kita tidak hanya sebagai guru tetapi juga sebagai orang tua. Siswa sekolah dasar yang merupakan anak-anak yang masih butuh kasih sayang dan pembinaan dari orang dewasa dalam hal ini adalah orang tua dan guru.

Semoga pendidikan di negeri ini semakin maju, dan para pendidiknya semakin bersemangat memberikan yang terbaik di dalam mendidik generasi penerus bangsa ini.

BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Komentar