Lagu Lelaki Kardus yang Sepertinya Akan Masuk Kardus Beneran

RIYANPEDIA.com - Baru-baru ini tersiar di sebuah berita online tentang trend sebuah lagu yang tidak saya duga. Sebuah lagu yang dengan lirik sangat membuat lirih hati kita. Mengapa tidak sebab dari lirik lagu yang berjudul lelaki kardus tersebut sangat mencengangkan. 

Seorang anak yang menyanyikan sebuah lagu dengan nada dangdut, namun dengan lirik yang sangat kurang mendidik. Bila Anda penasaran, anda bisa cari di youtube, mungkin saja lagu lelaki kardus belum dimasukkan ke dalam kardus embah google alias dihapus secara permanen.

Lagu  lelaki kardus tersebut bukan menceritakan kehidupan lelaki yang berada di dalam kardus. Tetapi kisah seorang anak yang memiliki ayah hobi kawin cerai. Jadi dikisahkan si anak itu kesal dengan perilaku sang ayah yang meninggalkan sang ibu untuk kawin dengan wanita lain. 

Wah, parah banget deh liriknya. Admin sebenarnya kasian dengan anak yang menyanyikan lagu tersebut. Bukannya diajarkan bagaimana sopan santun dengan orang tua tetapi malah diajarkan berkata-kata kasar. 

Berikut ini lirik lagu lelaki kardus, Admin harap jangan diajarkan kepada anak Anda ya. 

Bapakku kawin lagi, aku ditinggalin, ibuku diduain. Ibuku minta cerai tapi dipukulin. Bapakku pengkhianat, ibuku dibohongin”.
“Lelaki kardus, lelaki mencret, lelaki kencrot, lelaki bangkrut, lelaki bangsat”.

Dari lirik lagu lelaki kardus bisa kita lihat sebenarnya sebuah kekesalan anak kepada ayahnya. Bagaimana tidak kesal bila melihat ayah yang menikah lagi dengan wanita lain. 

Fenomena kawin cerai mungkin menjadi latar belakang penciptaan lagu lelaki kardus. Kita memang tidak bisa menyalahkan begitu saja si pencipta lagu. Akan tetapi menurut Admin, lirik dan sasaran yang menyanyikan lagu tersebut kurang tepat.

Lelaki kardus mungkin adalah fenomena yang harus diperhatikan di kehidupan sosial kita sekarang ini. Para lelaki yang sudah berkeluarga tentunya sudah harus lebih memperhatikan keluarga dengan baik dan bukan malah memuaskan keinginan dan hasrat sendiri. Lelaki memang bukan seorang pria. Mengapa admin berkata demikian?

Karena pria  itu adalah sosok yang sangat bijaksana dan tidak suka mempermainkan. Yah, salah satunya adalah keluarga.

Lagu lelaki kardus sekarang ini sudah mulai mendapat teguran dari beberapa kalangan. Termasuk yang mengamong pendidikan di negeri ini, siapa lagi kalau bukan Kementerian Pendidikan. 

Semoga Lelaki kardus bisa dijadikan sebagai sebuah contoh dari apa yang disebut dengan kreatifitas dan pendidikan. Pencipta lagu boleh menungkan kreatifitasnya untuk menciptakan sebuah lagu, namun perlu juga diperhatikan sasaran dan muatan pendidikannya.

Kesimpulan :

Admin berharap lagu lelaki kardus tidak dicontoh bahkan dinyanyikan oleh anak-anak. Kalau memang nada lagu itu sudah kadung familiar maka cobalah untuk mengubah sedikit lirik lagu lelaki kardus agar sesuai dengan dunia anak, kalau memang lagu itu akan dikususkan untuk anak. 

Gencarnya perkembangan teknologi juga membuat sebuah fenomena kian menjadi fenomenal, salah satunya seperti lagu lelaki kardus. Semoga kita sebagai orang tua lebih bijak lagi dalam memberikan konsumsi hiburan untuk anak-anak kita. 

Perlunya peran pemerintah dan media sosial dan media masa untuk kembali memberikan ruang yang lebih banyak lagi kepada anak agar bisa berkreasi. Seperti pada waktu jaman dulu, kita masih mendengar lagu-lagu anak seperti Trio Kwek-kwek yang sangat kental dengan lirik anak. Namun, kini semua sudah berubah, banyak anak yang menyanyikan lagu dewasa yang belum mereka pahami dengan betul apa maksud dari lirik tersebut. 

Demikian ulasan kali ini, semoga bermanfaat. Wasalam!!

5 Responses to "Lagu Lelaki Kardus yang Sepertinya Akan Masuk Kardus Beneran"

  1. Kunjungan silaturahmi.

    Fenomena lagi anak-anak, saat ini bisa dibilang memang sangat memprihatinkan, kebanyakan lagu anak-anak saat ini cenderung tidak mencerminkan kehidupan anak pada umumnya. Para produser dan pembuat lagu umumnya hanya memburu ketenaran dan keuntungan semata tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi.

    Saya sangat setuju kalau peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal ini.

    Salam Blogger and happy blogging.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih mas Isrofi Achmad atas kunjungannya. Semoga ruang untuk Anak lebih banyak lagi diberikan. Demikian halnya dengan keluarga hendaknya lebih memberikan pemahaman dan perhatian kepada anak dalam segala tontonan dan apa yang dibdengar oleh anak.

      Ditunggu mas kunjungan berikutnya. Wasalam

      Hapus
    2. Trimakasih mas Isrofi Achmad atas kunjungannya. Semoga ruang untuk Anak lebih banyak lagi diberikan. Demikian halnya dengan keluarga hendaknya lebih memberikan pemahaman dan perhatian kepada anak dalam segala tontonan dan apa yang dibdengar oleh anak.

      Ditunggu mas kunjungan berikutnya. Wasalam

      Hapus
  2. Anak sekarang lebih "pintar" dibandingkan zaman dulu sayangnya kadang tidak sesuai dengan perkembangannya misalnya nyanyi yang temanya dewasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mas Dwi Sugiarto kadang mereka sudah diracuni oleh berbagai konsumsi yang belum waktunya. Trimakasih mas atas kunjungannya

      Hapus

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel