Langsung ke konten utama

Orang Tua Masih Lebih Mementingkan Nilai daripada Sikap dan Keterampilan Anak di Sekolah

Orang tua masih lebih mementingkan nilai daripada sikap dan keterampilan anak di sekolah- Beberapa minggu yang lalu ini para orang tua pasti sudah menerima laporan hasil pendidikan anak di sekolah.

Tentu beragam reaksi para orang tua setelah mengetahui hasil belajar buah hati mereka.

Ada yang biasa saja

Ada juga yang kecewa karena anak kesayangannya belum mampu menjadi juara.

Tidak hanya itu, bahkan ada tetangga saya yang sangat sedih melihat nilai anaknya kurang bahkan cenderung menurun.

Bagaimana dengan anak itu sendiri, adakah rasa kekecewaan yang muncul dalam dirinya?

Jawabannya beragam sekali.

Ada saya lihat anak sekolah dasar yang nangia tersedu-sedu.

Ada juga reaksi anak biaso-biaso sajo... alias biasa-biasa saja.

Moment kenaikan kelas tidak hanya menjadi laporan terhadap hasil siswa dalam belajar selama setahun.

Momen kenaikan kelas juga merupakan bagian sebagai evaluasi bagi guru mengetahui kinerjanya selama setahun.

Siswa juga belajar sikap dan keterampilan 

Dalam kegiatannya di sekolah siswa tidak hanya belajar pengetahuan namun sikap dan keterampilan pun dilatih. Terkadang padangan para orang tua selama ini belum berpikir bahwa sikap dan keterampilan merupakan faktor yang sangat menentukan di dalam meraih sebuah kesuksesan.

Sekarang ini banyak orang yang pintar dari segi pengetahuan. Namun, bisa Anda temukan hanya segelintir orang yang memiliki sikap yang baik. Sopan, santun, suka menolong, kerja keras, pantang menyerah dan yang tidak kalah penting adalah kejujuran.

Di tahun ajaran baru 2016/2017 beberapa sekolah kembali akan menerapkan kurikulum 2013 di dalam pembelajarannya. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam Kurikulum 2013 tersebut lebih memberikan proporsi yang lebih banyak kepada sikap dan keterampilan siswa dilihat dari segi pembelajarannya. Tentu kita berharap nantinya anak-anak kita memiliki kemampuan pengetahuan yang bagus dan memiliki sikap dan keterampilan yang baik pula.

Dalam Kurikulum 2013 pembelajaran sikap akan diarahkan secara tidak langsung. Jadi anak akan belajar kejujuran di dalam setiap kegiatan di sekolah. Sikap tersebut ditumbuh kembangkan oleh guru melalui kegiatan pembelajaran maupun kegiatan lainnya. Guru akan lebih memperhatikan bagaimana perkembangan siswa, dengan demikian maka tugas guru dalam penilaian akan lebih banyak daripada sebelumnya.

BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Komentar