Sikap Yang Tidak Boleh Guru Lakukan Ketika Mengajar Langsung ke konten utama

Sikap Yang Tidak Boleh Guru Lakukan Ketika Mengajar

sikap yang tidak boleh guru lakukan ketika mengajar - Yang namanya guru pastilah tidak bisa lepas dari yang namanya mengajar. Dalam mengajar pastinya guru akan membelajarkan siswanya tentang berbagai pengetahuan dan keterampilan. Menciptakan suasana kenyamanan dalam mengajar sudah merupakan kewajiban guru ketika ia pentas di depan kelas.

Tentunya kegiatan mengajar yang dilakukan oleh guru harus dipersiapkan dengan baik. Persiapan sebelum mengajar merupakan skenario kegiatan mengajar yang diharapkan nantinya dapat tercapai dengan maksimal.

Untuk mencapai hasil yang maksimal tersebut maka ada rambu-rambu sikap yang harus guru perhatikan. 10 sikap berikut ini merupakan sikap yang tidak boleh guru lakukan ketika mengajar di sekolah.

Apa saja itu?

Selengkapnya berikut ini :

1. Hanya duduk di kursi guru


Mungkin ada beberapa diantara kita yang sering melakukan kebiasaan ini tanpa kita sadari. Hanya duduk berjam-jam hingga jam pelajaran selesai.

Sungguh sebuah sikap yang harus anda tidak lakukan mulai dari sekarang. Bila anda hanya duduk di kursi guru, tentu anda tidak akan memberikan pandangan yang merata kepada seluruh siswa.

Dengan demikian siswa anda yang berada di belakang berpeluang untuk tidak memperhatikan kegiatan pembelajaran. Sehingga apa yang anda sampaikan ketika mengajar tidak akan diterima dengan baik oleh siswa.

Disamping itu, bila anda hanya duduk di kursi ketika mengajar akan mengurangi kesan profesional anda sebagai guru. Bila dilihat oleh kepala sekolah, anda akan dinilai tidak memiliki perhatian kepada siswa.

Mulailah dengan bangkit dari kursi nyaman anda dan duduk bersama berdampingan dengan siswa. Dampingi mereka ketika belajar, sehingga kesulitan yang siswa hadapi akan teratasi.

2. Lebih mendominasi dalam mengajar


Dalam kegiatan mengajar di era modern sekarang ini, guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber ilmu pengetahuan. Sikap mendominasi ketika mengajar di kelas akan berdampak jelek bagi perkembangan intelegensi anak.

Pada jaman-jaman dulu, pendidikan kerap dilakukan dengan cara ceramah dan siswa hanya sebagai pendengar. Guru menjadi dewa yang seba tahu, bahkan jawaban guru tidak dapat terbantahkan.

Maaf, bukan bermaksud merendahkan fungsi guru dalam pendidikan, saya hanya mengingatkan bahwa di era baru sekarang ini, guru lebih menjadi sebagai seorang fasilitator bagi siswanya.

Siswa anda akan kurang kreatif dalam menemukan informasi. Meraka hanya akan menjadi siswa pendengar dan bukan seorang penganalisa, penjelajah, penemu dan penggagas.

3. Hanya menggunakan ceramah tanpa media


Sikap mengajar yang hanya berceramah saja ketika mengajar hanya akan mengurangi proses timbal balik antara guru dengan siswa.

Komunikasi akan hanya terjadi pada satu arah saja, bila guru hanya berceramah ketika mengajar.

Cobalah anda menggunakan berbagai variasi metode dalam pembelajaran. Dengan metode yang bervariasi maka kegiatan akan mengajar menjadi lebih dinamis.

Nah, sobat pendidik yang bijak, ayo kita lebih sering menggunakan media ketika mengajar. Kenapa media?

Karena hanya dengan media materi yang akan kita sampaikan jauh lebih mudah di pahami oleh siswa. Apalagi pada jenjang pendidikan sekolah dasar.

Media juga akan menciptakan kegiatan mengajar yang anda lakukan semakin menarik dan ujungnya nanti akan membuat siswa anda betah berlama-lama belajar bersama.


4. Tidak Boleh Berkata kasar kepada siswa, ketika siswa melakukan sedikit kekeliruan


Guru adalah sosok yang digugu dan ditiru. Menjadi guru anda akan selalu ditiru oleh siswa anda. Mulai dari cara bicara, sikap hingga penampilan anda.

Ketika mengajar pasti ada saja beberapa siswa yang kadang melakukan tindakan yang kurang pantas. Mungkin bersikap usil atau lain-lain ketika belajar.

Melihat adanya sikap tersebut, hendaknya guru jangan terpancing berkata kasar kepada siswa. Kendalikan emosi anda dan berikan pemahaman yang lebih mendidik kepada siswa tersebut.

Ingat, guru akan lebih dikenal dari sikap, perkataan dan penampilannya.


5. Meng'anak emaskan salah seorang siswa

Sikap berikutnya yang harus guru hindari dan tidak dilakukan adalah menganak emaskan salah seorang siswa.

Guru harus bisa bersikap adil kepada seluruh siswanya. Ketika guru akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbicara atau sekedar menjawab, maka berikanlah secara adil. Jangan sampai hanya menunjuk salah seorang siswa saja.

Demikian pula dengan perhatian kepada siswa, jangan hanya fokus kepada seorang siswa. Hindarkan sikap memberikan pelayanan kepada siswa berdasarkan perbedaan agama, ras, latar belakang ekonomi dan status sosial.

Berperilakulah, anda menjadi guru untuk siswa.




BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Komentar