Jenis-jenis Penguatan Pembelajaran

Jenis-jenis penguatan dan pentingnya dalam pembelajaran - Mendengar kata belajar dan mengajar tentunya perhatian kita akan tertuju pada sekolah, guru dan siswa. Sekolah merupakan tempat formal bagi guru untuk melaksanakan pembelajaran. Siswa sebagai pesertanya sudah menjadi kewajiban untuk senantiasa mengikuti apa yang menjadi program pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.

Dalam proses belajar mengajar guru dituntut untuk merancang sebuah perencanaan pembelajaran yang baik. Dengan rencana pembelajaran yang baik, maka tujuan pembelajaran akan tepat pada sasaran.

Namun, pada kenyataannya pembelajaran yang dilakukan guru tidak serta merta bisa berjalan dengan lancar. Masih saja ditemukan beberapa siswa yang mengalami kegagalan dalam belajar. Apakah hal tersebut merupakan kesalahan dan kegagalan guru? Saya rasa tidak juga.  Mengajar di sekolah kita akan bertemu dengan individu yang aktif. Siswa bukanlah benda, yang bisa kita otak-atik dan menjadikan sekehendak kita dengan mudah. Siswa adalah individu yang butuh perhatian dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Mengajar di kelas maupun di luar kelas, kerap kita alami sulitnya beberapa hal, seperti : sulitnya menarik perhatian siswa, beberapa siswa masih ada yang tidak semangat dalam belajar, kurang aktif dalam proses belajar mengajar, tidak berani mengutarakan pendapat sendiri, dan masih banyak lagi masalah-masalah yang dialami guru dalam proses belajar mengajar.

Mengembalikan semangat dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran tentu bukanlah perkara mudah. Memberikan penguatan dalam proses pembelajaran mungkin sudah pernah anda lakukan. Namun, perlu kita perhatikan jenis penguatan yang bagaimana yang bisa kita berikan kepada siswa. Sebelum melanjutkan pembahasan tentang penguatan, maka saya akan menjelaskan kembali apa itu penguatan. Penguatan adalah respon terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali perilaku itu.

Penting bagi guru untuk mengetahui, jenis-jenis penguatan yang tepat diberikan bagi siswa dalam proses pembelajaran. untuk itu kali ini saya akan menyajikan bentuk-bentuk penguatan yang bisa guru berikan dalam proses pembelajaran.

JENIS-JENIS PENGUATAN DALAM PEMBELAJARAN


1. Penguatan verbal


Penguatan verbal adalah salah satu jenis penguatan yang paling sering digunakan guru. Penguatan verbal paling mudah untuk dilakukan. Penguatan verbal bisa anda gunakan dalam setiap jenis kegiatan pembelajaran. Mengenai bentuk penguatan verbal salah satu contohnya adalah, ketika siswa berhasil mengerjakan tugas yang anda berikan dengan baik, maka anda sering mengucapkan "kamu hebat!"

Tidak hanya itu beberapa bentuk penguatan verbal yang bisa anda gunakan seperti :

  • kamu anak pintar
  • kerjamu bagus hari ini
  • Keren
  • Mantap, usaha yang brilian
  • Bagus, pencapaian yang sangat hebat
Masih banyak bentuk penguatan verbal yang bisa anda berikan kepada siswa saat berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Penguatan harus diberikan sesegera mungkin dan jangan sampai menunggu hari esok.

Inti dari penguatan verbal adalah anda harus menghindari kata-kata yang bermakna negatif. Misalnya ketika siswa belum berhasil mengerjakan tugas yang anda berikan, jangan anda mengatakan kalau siswa sangat bodoh ! Atau sampai mengatakan "kemana saja perhatianmu, mengerjakan soal segini saja tidak bisa !"

Kata-kata yang bernada menurunkan semangat siswa harus anda jauhkan dari pikiran anda. Berusahalah memberikan penguatan yang positif, hargailah setiap usaha yang dilakukan siswa, sesederhana apapun usaha mereka tersebut. Ingat, anda memilih bekerja sebagai guru, maka berusahalah untuk sabar dalam menghadapi siswa dengan kemampuan yang berbeda.


2. Penguatan non verbal


Jenis penguatan berikutnya adalah penguatan non verbal. sesuai dengan namanya penguatan non verbal adalah jenis penguatan tanpa ucapan. Mungkin anda akan bertanya bagaimana bisa penguatan tanpa ucapan bisa memberikan motivasi bagi siswa.

Jelas sekali bisa, penguatan non verbal mungkin pernah anda lakukan. Misalnya ketika anda melakukan sebuah pekerjaan, dan pekerjaan itu berhasil. Dari kejauhan salah seorang teman anda mengamati anda dan msengacungkan jempolnya atas keberhasilan yang sudah anda capai disertai dengan senyuman. Nah, itulah yang disebut sebagai penguatan non verbal.

Lalu apa saja bentuk-bentuk penguatan non verbal yang bisa kita berikan kepada siswa? Berikut ini akan saya sajikan contoh bentuk penguatan non verbal yang bisa anda terapkan di sekolah.

a. Mimik dan gerak tubuh

Saat anda mengajar di kelas atau di luar kelas, maka penting untuk senantiasa menunjukkan wajah yang ceria dan senyuman kepada siswa anda. Mengapa? karena dengan senyuman maka siswa akan melihat diri anda sebagai pribadi yang senantiasa begitu hangat.

Mimik dan ekspresi wajah anda juga dapat menjadi penguatan bagi siswa. Misalnya saja, ketika siswa anda berhasil dalam membuat sebuah prakarya dengan kemampuan sendiri, dengan memberikan senyuman, maka siswa anda akan lebih bersemangat dan akan cenderung mengulang kembali sesuatu yang baik tersebut.

b. Menghampiri siswa

Penguatan non verbal yang satu ini memberikan kita kedekatan kepada siswa. Dengan adanya hubungan kedekatan maka siswa akan lebih antusias dalam mengerjakan tugas mereka. Setiap siswa memiliki kecenderungan yang sangat mungkin berbeda dengan temannya. Ada siswa yang senang dipuji dan dibesarkan hatinya dengan kata-kata manis dan simpatik, ada siswa yang puas hanya dengan senyuman atau tatapan bangga sesaat dari gurunya. Tapi ada siswa yang berharap lebih dari itu. Mereka lebih senang kalau guru berada di sampingnya saat memberikan penguatan.

Tipe siswa yang lebih suka didekati tersebut. Sebaiknya guru berusaha memenuhi harapan tersebut. Karena tidak berat bagi guru untuk berpindah dari depan ke tempat siswa yang baru saja memberi tanggapan atau jawaban dari pertanyaan yang diberikan, atau memberi penjelasan. Mendekati di sini bukan sekedar berdekatan secara fisik, tetapi digabung dengan bentuk penguatan yang lain, sehingga tidak terkesan hambar atau dingin.

c) Sentuhan

Kontak fisik atau sentuhan yang diberikan oleh guru suatu kebanggaan tersendiri bagi sekelompok siswa. Bagi siswa yang sudah memberikan jawaban pertanyaan, melengkapi jawaban temannya atau memberi penjelasan, tanggapan bahkan kritikan atau meralat argumentasi temannya, guru dapat memberikan penguatan dengan menyalami, menepuk-nepuk pundak siswa, membelai kepala siswa atau sentuhan lain yang membuat siswa bangga dan ingin tampil lebih baik lagi.

d) Kegiatan yang menyenangkan hati siswa

Guru yang profesional berusaha mengenal kecenderungan dan karakter semua siswanya. Guru berusaha mengetahui hal-hal seperti apa yang lebih disenangi oleh siswa. Sehingga apabila diberikan suatu tugas, mereka merasa senang melakukannya.

Sehubungan dengan pemberian penguatan di dalam pembelajaran fisika guru juga dapat memilih aktivitas yang membuat siswa senang. Misalnya, mengajukan pertanyaan yang bersifat kompetisi dalam menjawab, memperagakan sesuatu di depan kelas, mengerjakan latihan berbentuk teka-teki silang, melakukan studi tour, atau memberikan tugas proyek dan banyak lagi aktivitas lain yang dapat dipilih dan divariasikan.

Bentuk kegiatan yang dipilih oleh guru disesuaikan dengan kesenangan siswa di dalam belajar fisika. Misalnya, apabila kelas tersebut dinominasi oleh siswa yang senang berolahraga. Pada saat mempelajari gerak dalam bidang, guru membawa siswa ke lapangan untuk memperagakan berbagai bentuk gerak parabola, gerak melingkar, ataupun gerak pada bidang miring.

e) Simbol atau benda

Bentuk lain dari penguatan non verbal adalah simbol atau pemberian hadiah berbentuk benda. Misalnya guru mempersiapkan mainan kecil dan lucu atau alat tulis, atau mungkin hanya permen untuk dibagikan kepada siswa yang berpartisipasi secara aktif di dalam pembelajaran.

Bagi siswa yang mendapatkan  hadiah, pemberian tersebut  akan mendorong dia untuk tampil lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan siswa yang lain menjadi lebih bersemangat, juga ingin mendapat hadiah. Karena hadiah tersebut melambangkan prestasi mereka dalam belajar fisika. Hadiah dapat memberi kebanggaan dan mendorong semangat mereka untuk lebih baik lagi pada kesempatan berikutnya.

f) Penguatan tak penuh

Pada penguatan ini, siswa yang menyampaikan pendapat yang kurang benar atau tidak benar tidak langsung disalahkan secara kasar tetapi dengan memberikan penguatan tetapi tidak penuh, misalnya “Jawabanmu sudah baik, tetapi masih kurang tepat”. Kemudian guru meminta siswa lain untuk menyempurnakan atau menambahkan sehingga siswa tadi mengetahui bahwa jawabannya tidak seluruhnya benar, namun juga tidak salah.

0 Response to "Jenis-jenis Penguatan Pembelajaran"

Posting Komentar

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !

Iklan Atas

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel