Langsung ke konten utama

Cara Membaca Rapor Siswa Bagi Orang Tua

Cara membaca rapor Siswa Bagi Orang Tua – Proses pembelajaran di semua jenjang pendidikan sekarang ini sudah akan memasuki masa akhir semester 1. Tentunya para guru sudah sibuk mempersiapkan segala dokumen dalam mendukung penulisan rapor.

Beberapa sekolah di Indonesia untuk tahun pelajaran 2016/2017, masih ada yang menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau yang lebih dikenal dengan nama KTSP. Sekolah yang masih menerapkan KTSP dalam kegiatan pembelajarannya di sekolah, masih menggunakan penulisan rapor yang tetap sama seperti tahun lalu. Mungkin hal ini akan berbeda pada sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolahnya.

Rapor siswa untuk semester 1 di tahun pelajaran 2016/2017 dibeberapa daerah mungkin akan dibagikan pada tanggal 10 Desember 2016 ini. Tentunya akan berbeda di daerah lain, bisanya berbeda lagi satu minggu saja.

Dalam proses pengambilan rapor di akhir semester, beberapa sekolah  menggunakan sedikit cara yang berbeda. Ada sekolah yang mengundang orang tua/wali siswa untuk mengambilkan rapor. Ada juga yang membagikan langsung pada siswa yang bersangkutan.

Hal tersebut sebenarnya disebabkan karena faktor tujuan dari pihak sekolah sendiri. Mengundang orang tua untuk pengambilan rapor, mungkin bertujuan agar orang tua/wali murid bisa mendengarkan secara langsung bagaimana kelebihan dan kekurangan anak-anak mereka di sekolah.

Dengan melakukan pertemuan secara langsung pada waktu pembagian rapor, berpeluang memberikan kesempatan bagi guru dan orang tua siswa menyusun langkah kerjasama dalam mendidik siswa di sekolah dan di rumah.

Rapor yang diterima oleh siswa di tahun pelajaran ini juga akan sedikit berbeda. Sekolah yang menerapkan KTSP masih memberikan rapor dalam bentuk buku dengan dilengkapi dengan capaian berupa skor nilai yang diperoleh anak.

Untuk sekolah yang menerapkan pembelajaran dengan Kurikulum 2013
Rapor yang akan diterima siswa sedikit berbeda dengan rapor KTSP.

MEMBACA RAPOR SISWA KTSP

Rapor yang akan diterima oleh orang tua sebagai hasil pembelajaran yang telah dilakukan oleh buah hati mereka, hendaknya bisa dipahami dengan baik oleh orang tua.

Dalam rapor KTSP, anda akan menemukan kolom nilai untuk KKM, kolom nilai perolehan dan kolom nilai untuk rata-rata kelas pada tiap muatan pelajaran.

Anda akan menemukan skor nilai pada setiap kolom tersebut. Nilai Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM) di setiap mata pelajaran akan berbeda. Mulai dari 60 hingga 75. Jadi itu semua tergantung dari sekolah.

Ambil contoh misalnya mata pelajaran Bahasa Indonesia, tertulis di sana nilai KKM 67.

Artinya batas Ketuntasan Minimal untuk Bahasa Indonesia adalah 67. Ketika anak Anda memperoleh nilai 70, itu berarti nilai yang diperolehnya sudah tuntas.

Namun sebaliknya ketika nilai perolehan anak Anda adalah 60, Itu menandakan nilai yang diperoleh anak belum tuntas.

Dalam rapor KTSP sekarang ini, kita tidak menemukan nilai merah. Berbeda dimasa kita sekolah dasar dahulu. Nilai merah bisa saja menghiasai rapor, dan tidak jarang anak yang perolehan nilainya demikian akan dimarahi oleh orang tuanya.

Membaca rata rata kelas pada setiap mata pelajaran di rapor anak Anda harus dipahami dengan baik.

Bila nilai rata-rata kelas bahasa Indonesia di rapor tertulis 70, kemudian anak Anda memperoleh nilai 67, maka dilihat dari rata-rata kelas nilai tersebut sangat kecil. Meskipun dari Ketuntasan minimalnya sudah dicapai.

Namun, ada juga pada rata-rata kelasnya tertulis 60, kemudian anak Anda memperoleh nilai 67. Hal ini mengandung arti jikalau nilai rata-rata seluruh teman anak Anda di kelas itu kebanyakan memperoleh nilai 60-an. Nah, disaat anak anak memperoleh nilai 67 meskipun itu masih setara KKM, namun nilai itu sudah cukup baik mengingat nilai rata-rata kelasnya adalah 60.

Sebagai Orang Tua Harus Peduli dengan Prestasi Anak

Sering kita lihat di beberapa tempat, para orang tua sering kecewa ketika melihat hasil rapor sang anak kurang memuaskan.

Bahkan tidak jarang , anak memperoleh hukuman atas kecilnya prestasi yang mereka raih.

Hal ini sungguh sangat disayangkan. Sebagai orang tua kita harus menerima dengan lapang dada kemampuan anak kita.

Ketika mereka terpuruk dengan hasil rapor yang masih rendah, maka di sanalah peran Anda sebagai orang tua untuk mendampingi dan memfasilitasi anak dalam meraih prestasinya.

Bukan sebaliknya, prestasi anak yang rendah malah yang disalahkan adalah si anak. Cobalah kita mengintropeksi diri kita masing-masing. Maka dari itu, apapun hasil yang sudah diperoleh yang sudah dibarengi dengan kerja keras, maka di sanalah kita harus mampu menerima kenyataan dengan ikhlas dan tabah.

Demikian informasi singkat yang bisa saya bagikan kali ini kepada para pembelajar dan pembaca situs ini. 

Salam pendidikan dan sukses selalu.

BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Komentar