Jangan Biarkan Anak Anda Jadi Budak Game Online

Jangan biarkan anak Anda jadi budak game online - Dulu sewaktu kecil bermain adalah kegiatan yang tidak pernah lupa untuk dilakukan.

Keasikan ketika bermain tentu tiada duanya. Tidak ada yang salah dengan bermain atau game yang terkenal di jaman sekarang ini. Sama-sama memberikan hiburan pikiran yang sedang penat.

Namun, sekarang ini game menjadi sesuatu yang mampu menghipnotis kalangan anak usia sekolah. Ditambah lagi dengan hadirnya perangkat smartphone membuat game menjadi sesuatu yang mudah untuk diakses.

Dengan mencari wifi gratisan yang ada di beberapa tempat seperti kafe, mall, swalayan dan beberapa tempat lainnya membuat anak-anak semakin mudah untuk mengaksesnya.

Sungguh sangat ironis kita melihat jika anak kita tidak lagi melakoni permainan dalam batas yang wajar. Mungkin Anda pernah melihat atau membaca di beberapa media, bagaimana anak-anak tidak bisa lepas dari yang namanya gadget. Mulai dari BAB, hingga duduk di meja makan yang namanya Smartphone tidak bisa lepas dari kehidupan anak. 

Tentunya memandang sisi kekurangan ini akan ini akan sangat membuat hati semakin miris. Anak-anak yang sejatinya harus memainkan permainan aktivitas gerak tubuh, seperti sepak bola. Kini malah dimainkan dengan hanya menggunakan jari tangan.

Dulu anak bermain gobak sodor, dengan penuh gerak tubuh secara aktif. Lari sekencangnya agar bisa lolos dari halangan. Namun, kini anak-anak malah asih berlama-lama bermain adu strategi perang dengan membeli banyak pasukan melalui penukaran kuota internet yang dibeli dengan uang.

Game tradisional dan moderen tidak ada salah apabila digunakan dengan bijak. Bisa saja setiap anak bermain game hanya untuk menyegarkan pikiran dari rutinitas dan aktivitas sekolah yang banyak. Namun, bila itu dilakukan tanpa memperhatikan tampat dan waktu, maka kala itu anak anda akan menjadi budak bagi game yang mereka mainkan.

Diperlukan kebijakan orang tua dalam memberikan ruang dan waktu bagi anak untuk bermain. Game dilakukan hanya sebatas untuk menghibur dan menambah semangat kerja, merupakan contoh yang bijak dalam memanfaatkan game di waktu istirahat.

Nasihat orang tua serta pengawasan pada anak sangat dibutuhkan. Bagiamanapun juga fasilitas game tersebut diperoleh anak dari orang tuanya.

Di sekolah, guru dan seluruh warga sekolah ikut berperan penting dalam menyadarkan anak akan arti penting melakukan permainan secara langsung dan bukan permainan online.

Membelajarkan siswa membagi waktu setiap harinya, merupakan salah satu bentuk sederhana yang bisa guru dan sekolah lakukan untuk menjauhkan anak dari pengaruh buruk game online.

Jadi peran serta seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk kemajuan dan kebaikan anak.

Demikian artikel yang bisa kami sajikan kali ini, semoga bisa memberikan inspirasi bagi kita semua, jangan lupa berikan komentar anda pada kolom dibawah postingan ini.

Salam pendidikan !!!

0 Response to "Jangan Biarkan Anak Anda Jadi Budak Game Online"

Post a Comment

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel