Langsung ke konten utama

Menginterpretasikan Data dalam Bentuk Tabel

Menginterpretasi data dalam bentuk tabel – Data merupakan sekumpulan informasi mengenai suatu hal. Hal tersebut mungkin bisa sebuah hasil ulangan atau ujian, jumlah karyawan , hasil pertanian, hasil penjualan. Data yang tersaji tersebut bisa berupa data dalam bentuk angka atau disebut juga data numerik. Data juga bisa dalam bentuk bukan angka atau disebut non-numerik.

Data numerik tersebut sering pula disebut sebagai data kuantitatif. Data tersebut misalnya, data pengukuran tinggi badan siswa, data jumlah siswa tiap kelas, data banyaknya siswa yang mengikuti beberapa jenis ektrakurikuler yang diikuti oleh siswa. 

Data non-numerik disebut pula  sebagai data kualitatif. Data ini sedikit berbeda dengan data kualitatif.  Sajian data kualitatif hanyalah berupa deskripsi misalnya jenis pekerjaan, jenis kegiatan siswa, mutu suatu barang dan yang lainnya.

Data yang sudah terkumpul tersebut nantinya akan di sampaikan kepada orang lain yang berkepentingan dengan data tersebut. Penyajian data bisa berupa diagram maupun tabel. 


Data yang sudah tersaji tersebut dalam bentuk tabel atau diagram harus bisa diinterpretasikan oleh pembaca, sehingga apa yang disajikan pada tebel maupun diagram tersebut bisa dibaca dengan jelas.

Menginterpretasikan atau membaca data dalam bentuk tabel, mungkin sudah sering anda temukan baik pada intansi-instansi maupun pada buku pelajaran matematika di sekolah dasar.

Nah, kali ini saya akan menyajikan bagaimana cara menginterpretasikan data dalam bentuk tabel. Mungkin anda pernah melihat data hasil ulangan umum suatu sekolah. Misalnya saja contoh yang akan saya sajikan disini adalah hasil ulangan umum SD Harapan Pedia.

Data disajikan dalam bentuk tabel seperti tabel dibawah ini .


Cara membaca data dalam bentuk tabel.
Dari tabel tersebut tersaji sebuah data, nilai ulangan siswa paling rendah adalah 50 dan tertinggi adalah 100.  Banyaknya siswa yang di kelas tersebut sebanyak 30 siswa, hal tersebut bisa kita ketahui dari banyak siswa ; 2 + 4 + 12 + 7 + 3 + 2 = 30. Pada tabel tersebut tersaji kalau siswa paling banyak memperoleh nilai 70, yaitu sebanyak 12 orang. Dan siswa yang memperoleh nilai tertinggi yaitu nilai 100 hanya 2 orang siswa, demikian juga dengan siswa yang memperoleh nilai paling kecil yaitu nilai 50 sebanyak 2 orang siswa.

Bila KKM yang ditetapkan dari ulangan tersebut adalah 70, maka dipastikan siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM sebanyak 4 + 2 = 6 orang. Hal tersebut bisa kita lihat dari data nilai dibawah 70 adalah nilai 50 dan 60. Kemudian siswa yang memperoleh nilai tuntas yaitu siswa yang memperoleh nilai 70 ,80,90, dan 100 ada sebanyak 24, yaitu 12 + 7 + 3 + 2 = 24. 

Dari tabel tersebut dapat pula kita baca persentase siswa yang tidak tuntas. 
6/30 x 100% = 20%
Sedangkan siswa yang tuntas adalah 24/30 x 100% = 80%

Demikian cara yang dapat kita lakukan dalam menginterpretasikan sebuah data dalam bentuk tabel. 

Semoga apa yang kami sajikan disini bisa memberikan manfaat bagi kita semua. 

Saran dan kritik sangat kami harapkan untuk memajukan situs ini. 
Salam pendidikan dan salam sobat pembelajar.

BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Komentar