Langsung ke konten utama

Sebanyak 30 Persen Siswa Kelas II SD di Sumba Alami Kesulitan Membaca

Sebanyak 30 persen siswa di kelas II SD di Sumba alami kesulitan membaca - Hasil dari sebuah analisis yang dilakukan oleh Kemitraan untuk Pengembangan Kapasitas dan Analisis Pendidikan (ACDP)  menunjukkan sebuah hasil bahwa 30 persen siswa kelas awal yaitu kelas II di Sumba, Nusa Tenggara Timur mengalami kesulitan membaca.

Hal ini tidak lepas dari pengaruh tingkat mengulang kelas siswa kelas awal di Sumba begitu tinggi. Rendahnya kemampuan membaca mengindikasikan tingkat kualitas pendidikan di Sumba.

"Analisis situasi komprehensif tersebut mempresentasikan berbagai bukti akan kondisi yang terjadi Sekolah Dasar di Sumba," ungkap anggota Tim Studi ACDP 040, ACDP Indonesia, Eko Cahyono, seperti yang kami rilis dari Republika.co.id (7/12/16)
Ilustrasi pembelajaran di SD. Sumber : Google

Ada beberapa permasalahan yang ditemukan di Sumba, , mulai dari proporsi guru yang tidak terlatih, ketersediaan dan distribusi guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), ketersediaan sumber daya yang berkelanjutan bagi sekolah-sekolah swasta di Sumba, serta kualitas pengajaran guru dan kesiapan murid untuk belajar.

Eko juga menambahkan bahwa pendistribusian guru yang memiliki ijazah S1 dan berstatus PNS tidak terdistribusi secara merata.

Hal serupa juga ditemukan untuk jabatan kepala sekolah. Sebanyak 42 persen kepala sekolah di Sumba, adalah lulusan SMA. Selain itu, Eko melanjutkan, sebanyak 60 persen guru yang bekerja di Sumba bukanlah PNS dan tidak memiliki kualifikasi yang dibutuhkan.

Meskipun mengalami masalah dalam hal bahasa, Eko juga menyebut, hampir 75 persen siswa mampu menjawab semua pertanyaan secara lisan menggunakan bahasa ibu. Eko menyebut, bagi siswa, yang belum mengerti struktur tulis dan kosa kata dari sebuah bahasa, kemampuan untuk berbicara dan mendengar dalam bahasa ibu menjadi potensi dasar.

Sumber : Republika.co.id

BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Komentar