Kesulitan yang Sering Dialami Siswa Ketika Belajar Bercerita

Kesulitan yang Sering Dialami Siswa Ketika Belajar Bercerita_ Bercerita atau mendongeng merupakan sebuah keterampilan bahasa yang perlu dilatih maksimal agar bisa melakukannya dengan baik.

Bercerita dilihat dari segi keterampilan berbahasa merupakan salah satu keterampilan apresiasi sastra. Banyak cerita yang bisa dijadikan sebagai bahan untuk bercerita / mendongeng. Mulai dari cerita rakyat, hingga cerita moderen yang dikarang oleh siswa maupun guru.

Dalam ajang perlombaan bercerita tingkat nasional, banyak kita lihat bagaimana siswa yang ikut lomba mampu tampil dengan penuh percaya diri. Membentuk siswa agar menjadi demikian tentulah bukan hal mudah. Karena ada beberapa hal yang sering sulit dipelajari siswa dalam bercerita atau mendongeng, diantaranya :

1. Pemahaman cerita

Siswa sekolah dasar sering sulit memahami isi cerita secara menyeluruh. Mereka sulit merangkai susunan kata yang menggambarkan isi cerita secara utuh, meskipun dengan kata-kata yang tidak sama persih dengan apa yang mereka baca.

Kesulitan siswa untuk memahami apa yang dibaca secara utuh membuat siswa kesulitan ketika menceritakan kembali sebuah cerita.
Dalam keterampilan bercerita / mendongeng menceritakan kembali adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan baik oleh siswa yang akan bercerita / mendongeng.

2. Intonasi

Intonasi adalah tekanan suara / pengucapan sebuah kata. Dalam bercerita / mendongeng , tentu siswa tidak boleh menceritakan dengan suara yang datar saja. Dongeng/cerita yang dibawakan akan lebih menarik apabila intonasi suara pembawa cerita jelas. Inilah kesulitan yang kadang kala dialami beberapa siswa.

3. Penjiwaan

Sebuah dongeng / cerita akan lebih hidup apabila mampu dibawakan dengan penuh penjiwaan. Beberapa siswa yang saya bina dalam hal bercerita sering sekali malu-malu ketika memerankan tokoh yang akan diceritakan. Siswa kurang total, apalagi ketika disuruh untuk memperagakan di depan kelas. Siswa kebanyakan datar dalam hal penjiwaannya. Sehingga kesulitan  ini akan mempengaruhi kualitas cerita yang dibawakan.

4. Percaya diri

Dari tahun ke tahun siswa yang saya bina penyakit pertama mereka adalah kurang percaya diri. Terlihat dari penampilan mereka yang kurang meyakinkan ketika berlatih bercerita.
Ketidak percayaan diri sebenarnya bisa diatasi. Tentunya salah satu adalah dengan giat berlatih. Dan selalu memotivasi siswa.

5. Penguasaan panggung

Saat tampil bercerita maka tentu siswa harus menguasai panggung dengan baik. Siswa sering menemukan kesulitan menguasai panggung, sering ketika mereka tampil siswa seperti hanya terpatung di satu tempat dalam panggung. Tentu hal ini sangat kurang menarik dalam penampilan bercerita.

6. Gerak

Meskipun bercerita tidak bisa kita samakan dengan menari. Namun, apabila dalam bercerita siswa membubuhi dengan sedikit gerak anggota tubuh, tentu akan sangat menarik jalanya cerita/ dongeng yang dibawakan.

Siswa kerap sekali sulit untuk diajarkan menunjutkan gerak anggota tubuh dengan luwes. Siswa sering sekali agak kaku dalam bercerita. Kesulitan ini, bisa di sembuhkan dengan waktu yang memadai, karena semua itu hanyalah sebuah pembiasaan saja.

Demikianlah sahabat pembaca artikel yang bisa saya bagikan kali ini tentang kesulitan yang  sering dialami siswa ketika belajar bercerita. Semoga artikel ini memberikan manfaat bagi kita semua. Jangan lewatkan artikel menarik lainnya.

2 Responses to "Kesulitan yang Sering Dialami Siswa Ketika Belajar Bercerita"

  1. Pendidikan yg mantap mas, di jaman seperti sekarang ini, mendongeng adalah menjadi sesuatu yg langka, padahal bila diterapkan itu bisa menumbuhkan karakter anak, serta melatih mental anak supaya punya rasa percaya diri bila tampil di depan umum.

    BalasHapus

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !

Iklan Atas

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel