Prinsip Program Membaca 15 Menit di Sekolah

Prinsip Program Membaca 15 Menit  di Sekolah - Gerakan literasi yang digulirkan pemerintah memang sudah seharusnya di dukung oleh semua sekolah dan pelaku pendidikan. Program literasi sekolah melalui gerakan membaca 15 menit tentunya memberikan manfaat yang sangat besar bagi perkembangan pengetahuan siswa. 

Gerakan membaca sudah barang tentu harus dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip dalam pelaksanaannya di sekolah.

Beberapa prinsip program membaca 15 menit yang saya kutip dari fanspage resmi Kemendikbud.
1. Buku yang digunakan bukan buku pelajaran. 
Kegiatan membaca 15 menit yang dilakukan di sekolah sebagai bentuk kegiatan literasi, dilakukan dengan menggunakan buku-buku non pelajaran.

Jadi siswa lebih banyak membaca buku cerita, tabloid anak, koran, dan ensiklopedi.

Berikan kesempatan sebanyak mungkin bagi siswa Anda untuk memilih buku kesukaan mereka. Dengan cara ini anak akan gemar untuk membaca. Karena memang gerakan membaca ini, muaranya adalah meningkatnya minat baca siswa.

2. Diminati oleh siswa
Kegiatan membaca 15 Menit ini kebanyakan dilaksanakan oleh sekolah sebelum dimulainya proses pembelajaran . guru bisa melakukan kreatifitas dalam memancing minat anak untuk membaca.

Salah satunya mungkin dengan membuat pojok baca. Dimana beberapa buku di taruh dalam sebuah meja atau rak, yang ditempatkan di salah satu sudut kelas atau di depan kelas.

3. Tidak diikuti tugas-tugas lainnya 
Program membaca 15 menit tersebut bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca siswa.

Jadi ketika siswa sudah memiliki keinginan dan niat untuk membaca, maka guru harus memberikan fasilitas kepada siswa tanpa diikuti lagi dengan tugas-tugas lainnya. Jadi menurut saya , siswa membaca tanpa lagi diberikan tugas tindak lanjut dari membaca tersebut.

4. Dilakukan dengan pendekatan sambil bermain dan menyenangkan 
Dari prinsip tersebut jelas guru diharapkan hadir untuk bisa memberikan pendekatan kepada anak agar termotivasi untuk membaca secara menyenangkan dan dalam suasana bermain.

Misalnya saja, siswa diajak untuk membaca sambil menceritakan kembali apa yang dibaca dengan bahasa sendiri.

5. Tidak di evaluasi. 
Mungkin dalam pembelajaran setiap menuntaskan satu KD maka guru akan melakukan evaluasi. Jelas tentunya adalah tuntuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dan keberhasilan KD.

Namun, untuk kegiatan membaca 15 menit ini, guru tidak membuat alat evaluasi terhadap kegiatan membaca yang dilakukan siswa.

Kegiatan membaca 15 menit sebagai sikap pembudayaan membaca sehingga siswa tiada hari tanpa membaca.

Demikian prinsip-prinsip membaca 15 menit yang dapat saya bagikan, semoga ada manfaatnya

0 Response to "Prinsip Program Membaca 15 Menit di Sekolah"

Posting Komentar

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !

Iklan Atas

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel