Tahapan Penyusunan RKA Sekolah Langsung ke konten utama

Tahapan Penyusunan RKA Sekolah

Tahapan Penyusunan RKA Sekolah  - Memasuki tahun anggaran baru ini tentunya setiap kepala sekolah dan seluruh warga sekolah kembali disibukkan dengan segala aktivitas yang berhubungan dengan program sekolah selama satu tahun kedepan.

Memang tidak bisa dipungkiri dalam setiap aktivitas sekolah senantiasa terdapat pembiayaan yang mesti dipenuhi untuk memperlacar program tersebut. Segala bentuk kegiatan sekolah yang akan dilaksanakan selama satu tahun anggaran harus diprogramkan terlebih dahulu. Program tersebut nantinya akan menjadi pedoman bagi sekolah dalam melaksanakannya.

Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah atau yang lebih akrab disebut dengan nama RKAS merupakan pedoman dalam pembiayaan kegiatan sekolah. Tentunya penyusunan RKA Sekolah menjadi tanggung jawab seluruh warga sekolah bersama para pemangku kepentingan pendidikan.

Agar memiliki RKA yang sesuai dengan kebutuhan sekolah, maka ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh sekolah sebelum menyusun RKA.

Tahapan yang Harus Diperhatikan Dalam Penyusunan RKA Sekolah 


1. Analisis Penilaian Diri Sekolah
RKA sekolah lebih terarah dan tepat sasaran bila sekolah melakukan penilaian diri sebelumnya. Ini dilakukan untuk mengetahui kekurangan dan kekuatan sekolah.

Apa yang masih kurang misalnya dalam proses pembelajaran, sarpras dan penilaian maka hal tersebut akan dimuat dalam RKA.

Dengan dimuatnya kebutuhan tersebut di dalam RKA maka ada banyak kemudahan dan keuntungan nantinya. pertama, sekolah tidak akan bingung apa yang harus dimuat dalam RKA. Kedua, melalui RKA diharapkan adanya peningkatan hasil prestasi sekolah.

2. Guru membuat daftar kebutuhan terkait proses pembelajaran di kelas
Penyusunan RKA memang akan lebih sulit apabila tidak melibatkan seluruh warga sekolah. Salah satunya guru.

Jangan sampai RKA hanya disusun oleh kepala sekolah saja bersama bendahara atau malah hanya kepala sekolah saja. Saya harap di sekolah anda tidak demikian.

Sebelum dilakukan rapat kepala sekolah, dewan guru dan komite maka guru seharusnya mendaftar kebutuhan yang menunjang proses pembelajarannya. Termasuk sarana dan prasaran kelas. Bila sudah didaftar segala kebutuhan tersebut maka RKA yang akan disusun nanti akan tepat sasran.

3. Rapat bersama dewan guru dan komite
RKA sekolah nantinya harus diketahui oleh komite. Nah, sebelum RKA jadi, maka warga sekolah harus melakukan rapat bersama pengurus komite sekolah.

Dalam rapat tersebut akan disampaikan segala program sekolah, termasuk kebutuhan guru dalam menunjang proses pembelajaran.

Komite pun akan memberikan masukan terhadap RKA yang dibuat oleh sekolah. Disinlah kesempatan peran serta komite untuk memberikan sumbangsih atas RKA yang dibuat, mungkin saja perlu penambahan dalam program RKA sekolah yang melibatkan komite sekolah.

Rapat penyusunan RKA biasanya dilaksanakan selama dua hari, terkadang untuk memperoleh RKA yang benar-benar baik dan mampu mengcover semua kegiatan sekolah, rapat penyusunan RKA bisa berlangsung lebih dari dua kali.

 4. Rapat ditandatangani oleh ketua komite, kepala sekolah, bendahara dan disahkan oleh dinas pendidikan setempat

RKA yang sudah berhasil dibuat maka selanjutnya akan diperbanyak. Masing-masing guru memperoleh RKA tujuannya agar realisasi program RKA nantinya bisa terkontrol.

Sebelumnya RKA yang sudah dibuat harus dilegalisir oleh ketua komite, kepala sekolah dan bendahara dengan disahkan oleh dinas pendidikan setempat yang membidangi masalah BOS.

Demikian sahabat pembaca artikel terkait penyusunan RKA sekolah yang bisa saya sampaikan kali ini, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Laksanakan program sekolah dengan penuh tanggung jawab, dan semoga sukses selalu untuk anda. Wasalam !

BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Komentar