Belajar Mendidik dengan Hati Bukan Mendidik Hingga Sakit Hati Langsung ke konten utama

Belajar Mendidik dengan Hati Bukan Mendidik Hingga Sakit Hati

Sebagai seorang pendidik tentu anda selalu ingin memberikan yang terbaik bagi siswa anda. Karena bagaimana pun siswa adalah cerminan keberhasilan anda di dalam mengajar. Dengan berbagai strategi, metode digunakan oleh guru untuk memberikan pengalaman belajar bagi siswa. Tentunya pengalaman belajar tersebut yang diharapkan membuat siswa menjadi tumbuh berkembang sesuai dengan bakat dan potensi yang sudah melekat dalam dirinya.

Berbicara tentang mendidik sebenarnya bukan  hanya dilakukan oleh guru di sekolah semata. Para orang tua pun hendaknya melakukan kegiatan mendidik anak-anak mereka dengan baik. Mulai dari cara berbicara di hadapan orang dewasa, kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, kompetisi yang sehat, serta cara bersosialisasi.

Pengetahuan memang penting. Namun bila pengetahuan yang tidak didasari dengan hati yang tulus dan murni malah akan membuat ilmu itu menjadi semakin tak berguna. Mendidik dengan hati akan membuat anak yang kita didik tidak akan menjadi sakit hati. Jangan salah, anak adalah sosok yang memiliki perasaan yang sangat mendalam. Anda bisa bercermin dari diri anda sendiri. Bukankah kenanangan anda dimasa kecil masih berbekas sampai sekarang? Kenangan yang indah tentu akan menumbuhkan semangat yang positif, sebaliknya jiwa yang terluka akan membuat rasa hati yang terluka dan berbekas hingga sekarang.

Demikian pula dengan anak-anak sekarang ini. Ketika anda mendidik mereka dengan hati, maka apa yang anda ajarkan kepada mereka akan terkenang hingga mereka dewasa. Dan saya amat yakin, siswa anda tersebut tidak akan melupakan anda sampai kapan pun.

Diingat karena menjadi sosok yang menginspirasi tentu akan membagakan. Tetapi ketika anda mendidik dengan penuh kekerasan malah akan membuat anak atau siswa anda menjadi sakit hati. Kalau sudah demikian, hingga mereka dewasa pun anda akan tetap diingat sebagai sosok yang menyeramkan dan membuat mereka sakit hati.

Nah, kalau sudah demikian bukankah lebih baik mendidik dengan hati yang akan membuat jiwa siswa atau anak didik anda menjadi teduh dan selalu merindukan anda untuk hadir di kelas mereka dan belajar bersama mereka.

Mendidik dengan hati bukanlah mendidik dengan memberikan kebebasan yang terhumbar sebebas-bebasnya. Mendidik dengan hati lebih pada memberikan penyadaran pada siswa ketika mereka salah atau keliru. Bukan memberikan hukuman yang membuat mereka sakit hati.

Mendidik dengan hati adalah mendidik dengan penuh kedekatan dan keterbukaan, namun tetap memahami aturan kesopanan antara guru dengan siswa. Antara pendidik dan peserta didik mengerti batasan-batasan yang harus diperhatikan di dalam pergaulan atau interaksi. Agar jangan kedekatan yang dilakukan disalahgunakan.

Demikian sobat ulasan singkat yang bisa saya bagikan tentang arti mendidik dengan hati bukan mendidik yang membuat siswa sakit hati. Semoga wajah pendidikan di negeri ini semakin maju dan lebih memberikan hak yang sama kepada semua tunas bangsa negeri ini.

Samapai ketemu di artikel pendidikan selanjutnya. Wasalam !

BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Komentar