Program Siswa Pemantau Jentik Upaya Pencegahan Demam Berdarah Langsung ke konten utama

Program Siswa Pemantau Jentik Upaya Pencegahan Demam Berdarah

Yang namnya penyakit tidak hanya muncul karena buruknya kebersihan diri dan jenis makanan yang dikonsumsi. Buruknya kebersihan lingkungan juga ikut ambil bagian dalam mempengaruhi kesehatan kita.

Memasuki musim hujan tentu sangat rentan dengan yang namanya segala jenis penyakit. Mulai dari batuk pilek, demam, pusing hingga yang paling membahayakan adalah demam berdarah.

Penyakit demam berdarah memang menjadi salah satu penyakit yang bisa ditanggulangi atau dicegah kemunculannya. Tetunya dengan peran serta kita sebagai manusia untuk selalu menjaga dan merawat kebersihan diri dan lingkungan.

Penykit demam berdarah bisa dihindari kemunculannya sejak dini. Pemerintah telah banyak mengkampanyekan program 3M yang sudah hampir sudah banyak diketahui oleh masyarakat. 3M yang merupakan sebuah gerakan masyarakat  untuk sadar akan bahaya demam berdarah, dimana terdiri dari, Menguras, Menutup dan Mendaur ulang. Ingat mendaur ulang ya...

Sebelumnya mungkin kita sudah paham mengubur atau menimbun dalam salah satu gerakan 3M. Hal ini tentu sangat kurang baik bagi kelangsungan lingkungan. Karena barang bekas berupa botol yang kita timbun nantinya bisa membuat lingkungan seperti tanah semakin tercemar dengan banyak benda yang kita timbun. Sehingga 3M yang terakhir kini menjadi mendaur ulang.

Jika kita sudah mendaur ulang kembali barang bekas, maka tidak akan ada lagi barang bekas yang dikubur di dalam tanah. Dengan begitu kebersihan akan senantiasa dapat dijaga dan lingkungan khususnya tanah dapat dijaga kelestariannya.

Membudayakan siswa agar sadar akan pentingnya menjaga kesehatan melalui kebersihan liingkungan, dapat dilakukan dengan program siswa pemantau jentik. Dalam program ini, siswa dibelajarkan memahami bagaimana cara melakukan kegiatan 3M, mengetahui perkembangan nyamuk, bahaya bagi demam berdarah bagi kesehatan, jenis-jenis nyamun yang dapat menyebabkan DB dan sekaligus memantau ada tidaknya jentik di liingkungan tempat tinggal anak.

Program ini bisa dilakukan oleh setiap sekolah, tentunya diperlukan penyusunan kegiatan yang dapat dilakukan secara rutin oleh siswa. Sebagai bentuk gambaran sederhana tentang bagaimana program kegiatan siswa pemantau jentik, berikut ini akan kami coba sampaikan secara singkat sebuah program siswa pemantau jentik yang bisa anda kembangkan lebih lanjut lagi :

1. Kegiatan penggantian air setiap hari pada vas bunga maupun tanaman kelas yang berisikan air.  Pada kegiatan ini dilakukan sepenuhnya oleh setiap siswa di kelas tersebut. Kegiatan ini dibawah pengawasan dan tanggung jawab guru kelas/wali kelas masing-masing. Kegiatan ini bermenfaat untuk mencegah timbulnya sarang nyamuk pada vas bunga atau pada tempat tanaman lainnya yang mengandung air sebagai media utamanya.
2. Kegiatan menguras bak mandi wc dan kamar mandi serta sanitasi sekolah yang dilakukan dua kali seminggu. Beberapa sekolah terkadang jarang melakukan pengawasan pada kebersihan bak mandi/wc sekolah. Melakukan pengurasan air bak mandi yang dilakukan minimal dua kali seminggu dapat menanggulangi bersarangnya nyamuk penyebab deman berdarah.

3. Rabu bersih, hari rabu atau hari apapun bisa diberikan kesempatan kepada para dokter kecil di sekolah untuk melakukan pengawasan dan pengamatan atas kegiatan keberisihan yang sudah dilakukan oleh masing-masing kelas, terutama mengamati jentik yang mungkin masih diketemukan di lingkungan sekolah.

4. Penaburan bubuk abate setiap menjelang libur panjang. Nah, jika sekolah sudah akan libur panjang, terutama semesteran dan akhir tahun, jangan lupa melakukan kegiatan penaburan bubuk abate pada beberapa tempat, seperti bak mandi, kolam, vas bunga, dan pot-pot yang mengandung air sebagai media utamanya.

5. Hari minggu, siswa melakukan kegiatan pemantauan jentik di lingkungan tempat tinggal mereka. Siswa akan melihat apakah di lingkungan mereka terdapat jentik nyamuk, dan jika diketemukan siswa selanjutnya mencatat pada lembar pengamatan yang sudah diberikan sebelumnya. Selanjutnya melakukan tindakan agar jentik tersebut terbasmi dan lingkungan mereka bisa tetap terbebas dari jentik nyamuk.

Sobat pedia yang budiman, beberapa program yang saya sampaikan disini mungkin bisa dikembangkan sesuai dengan program sekolah masing-masing. Mungkin saja beberapa sekolah sudah ada yang menerapkan program ini yang mana digagas oleh puskesmas di lingkungan sekolah tersebut.

Nah, jika sekolah anda belum menerapkan, ayo dicoba menerapkan program ini karena program ini sangat baik dalam membelajarkan siswa agar memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan mereka dan memiliki pengetahuan akan pentingnya menjaga kesehatan tidak saja diri atau raga tetapi juga lingkungan.

BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Komentar