Ngirit Kuota Boleh Saja Asalkan Tidak Merugikan

Wah membaca judulnya saja mungkin anda bakalan merasa aneh. Apa hubungannya ngirit kuota bakalan rugi, bukannya malah sebaliknya. Semakin irit kuota yang digunakan maka semakin untung. Sebab masa pemakaian kuota internet sesuai dengan ambang batas waktunya.

Andaikan ada operator seluler yang memberikan internet full unlimited, wah pasti bakalan sampai kriting deh jari tangan saya bakalan nulis dan nulis. Meskipun sobat pedia merasa akhir-akhir ini tulisan saya seperti kurang memberikan manfaat. Padahal setiap saya menulis selalu ada harapan dan amanat yang ingin saya sampaikan melalui artikel sederhana tersebut.

Berbiacara masalah internet sekarang ini bukanlah barang baru. Tidak seperti waktu jaman saya masih muda dulu, masih sedang gaul-gaulnya, masih sedang ganteng-gantengnya,internet masih harus pergi ke warnet. Nangkring disana sambil makan cemilan sambil menunggu giliran.

Itu dulu....

kini.... kadang masih, nangkring juga mencari wifi yang bebas untuk ditangkap dan tidak ada gemboknya. Dengan begitu bisa berinternet ria di jagad maya.

Sekarang berdasarkan pengamatan saya di warnet tempat dulu selalu mangkal, sudah semakin berkurang pengunjungnya. Bahkan serasa gulung tikar. Mungkin saja penyebabnya karena menurunnya pengunjung yang main ke warnet.

Jelas saja hal ini sangat dipengaruhi oleh adanya internet seluler yang memebrikan kemudahan dan tarif dasar yang bervariasi. Semua disesuaikan berdasarkan minat penggunanya. Jika ingin menonton youtube, maka sudah ada disediakan pilihan internet untuk bermain youtube, jika untuk sesosialita melalui medsos, juga sudah disediakan. 

Dengan kemudahan internet yang ada sekarang ini membuat banyak masyarakat yang doyan melakukan swafoto atau foto selfie dan mengunggahnya di media sosial. Tujuannya cukup beragam, mulai dari keinginan untuk eksis sampai media untuk mengabadikan moment keluarga atau peristiwa penting.

Sesering mungkin anda melakukan koneksi internet maka secepat itulah kuota internet kita akan habis.  Keluarnya paket internet berjalan sesuai dengan besaran media yang anda klik di intenernet. Maka dari itu diperlukan sebuah kebiasaan untuk mengirit intenet.

Seperti pengalaman saya ketika mengirit internet. Maklum dengan penghasilan yang pas-pasan dan keinginan untuk tetap main internet, maka saya harus bisa menggunakan kuota seirit mungkin.

Cara yang biasa saya gunakan cukup sederhana saja. Maklum sebagai orang yang masih awam dengan layanan aplikasi untuk menghemat kuota, maka saya matikan saja layanan data selulernya. Nah, dengan cara seperti ini saya masih bisa menerima pesan lewat sms dan menerima panggilan lewat telepon.

Beberapa jam kemudian saya aktifkan kembali seraya mengecek adakah pesan yang masuk lewa WA, BBM, atau komentar di facebook yang menyebut nama saya. Setelah mengecek dan ada, maka saya segera balas dan kemudian mematikan lagi paket datanya.  Terus berlanjut sedemikian.

Niat saya irit malah menjadikan sesuatu yang merugikan, dimana kejadiannya bermula dari beberapa grup kelompok kerja dan grup sekolah yang aktif melalui WA. Segala peristiwa dan pesan selalu dibagikan dalam grup tersebut.

Karena kesibukan, saya pun lupa mengecek keaktifan data internet seluler. Alhasil aktifitas di rumah berjalan dengan lancar, kemudian setelah rehat sejenak, saya pun mencoba mengecek informasi yang masuk. Wah, alangkah terkejutnya segala pesan masuk melalui jaringan internet.

Terutama pesan yang terlewatkan adalah undangan untuk mewakili atasan untuk rapat rutin. Pada hari itu juga. Setelah di cek, pesan itu masuk 8 jam lalu. Waduh, sungguh menyesal saya menonaktifkan data seluler. Niat irit kuota kok malah rugi sendiri.

Kesimpulan
Hidup irit dan sederhana memang sangat diperlukan dalam kehidupan ini, apalagi di tengah tuntutan hidup di zaman sekarang ini. Namun, dalih hidup irit kita jangan seperti menjadi orang yang pelit.

Masalah irit kuota saya rasa ngat tergantung pada aktivitas kita. Bila kita memang menjadikan internet merupakan sebuah komunikasi utama kita, maka jangan sampai mematikan layanan data seluler sampai berhari-hari. Ingat sehari tidak aktif, maka informasi anda pun akan hilang.

Bila kita mengandalkan internet sebagai aktivitas yang tidak pernah terhindarkan, maka jadikanlah internet sebagai peluang usaha anda, dengan demikian tidak ada kerugian dalam menggunakan internet.

Saya rasa kini internet sudah seperti kebutuhan pokok. Mulai dari siswa, guru, masyarakat umum, pejabat dan kalangan profesi lainnya selalu mengandalkan dan berinteraksi dengan internet dalam kesehariannya.

ayo gunakan kuota internet anda dengan bijak agar tidak mengalami kerugian dalam menggunakan layanan internet.

Wasalam

2 Responses to "Ngirit Kuota Boleh Saja Asalkan Tidak Merugikan"

  1. Benar banget. Dulu saya juga sering mematikan paket data. Akibatnya pesan penting lewat media sosial sering terlewat.

    Sekarang komunikasi malah lebih sering lewat WA. Telepon dan SMS malah semakin jarang digunakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali Mbak Khairunnisa Ast. Saya pun demikian, membeli pulsa hanya untuk ditukarkan menjadi paket kuota internet. Terimakasih atas kunjungannya Mbak

      Hapus

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !

Iklan Atas

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel