Apa yang Diperoleh dari Curhat di Medsos?

Media sosial atau yang lebih dikenal dengan nama medsos, sekarang ini memang banyak digunakan oleh kebanyakan masyarakat.

Mulai anak baru gede hingga mereka yang sudah bercucu, kini mulai eksis di media sosial.

Memposting aktivitas harian dan moment-moment penting menjadi suatu hal yang lumrah dilakukan oleh mereka para penggiat media sosial (medsos).

Itulah yang menjadi daya tarik bagi mereka pengguna medsos untuk senantiasa tampil eksis di jagad maya.

Tujuan mereka menggunakan medsos sangatlah beragam. Mulai dari hanya ajang untuk mencari teman, berjualan, membangun sebuah kelompok tertentu, mencari pasangan, bahkan ada juga sebagai media belajar.

Membuat status di berada medsos memiliki tujuan yag berbeda pula. Salah satunya yang bisa kita lihat dari status di medsos adalah curhatan.

Manusia meruoakan makhluk sosial. Denhan begitu kita tidak bisa hidup sendiri, sehingga lebih sering membutuhkan orang lain dalam menjalani kehidupannya.

Salah satunya berbagi masalah yang dihadapi, atau istilahnya curhat.



Adakah yang tidak pernah curhat?

Apakah sering melakukan curhat di media sosial?

Apakah menurut anda ada dampak dari melakukan curhat di medsos?

Bagi sobat pedia yang memiliki akun medsos tentu pernah sesekali atau bahkan lebih membuat sebuah status  di media sosial.

Salah satu dari status tersebut pasti sebuah curhatan yang Anda alami saat itu. Atau jangan-jangan semua status Anda merupakan sebuah curhatan dalam diri.

Lalu pernahkah muncul dalam pemikiran Anda, jika saya memposting status ini, apa yang akan terjadi pada saya, dan apa pandangan  teman-teman terhadap diri saya?

Kebanyakan orang kurang memperhatikan yang satu ini. Padahal sejatinya pada kolom pembuatan status di salah satu medsos seperti Facebook sudah bertuliskan " Apa yang Anda pikirkan ?"

Kurang lebih demikian kalimatnya yang saya ingat. Dari kenyataan tersebut kita bisa lihat, bahwa kita dibelajarkan agar memikirkan terlebih dahulu apa yang akan kita tulis.

Dalam berpikir tentu sangat bermacam-macam. Mulai dari hal yang baik hingga yang kurang baik.

Disinilah kita juga dibiasakan untuk mencari sesuatu yang baik untuk dibagikan.

Menulis curhatan di medsos jika ditanya apakah itu baik atau bukan, mari kita tinjau kembali.

Tempo dulu orang biasanya menuliskan apa uanf mereka alami dan rasakan pada sebuah buku harian.

Saya masih ingat, lalat sepupu saya memiliki sebuah buku harian yang sangat bagus dari segi bentuk dan tampilannya.

Wangi buku harian itu masih terasa sampai sekarang. Setiap hari terlihat menulis pada buku tersebut. Keinginan untuk membaca apa yang ditulis kakak cukup tinggi.

Sempat ingin membuka buku tersebut, eh ternyata ada gemboknya. Dalam pikiran sederhana waktu itu terbersit , pasti ini sangat rahasia jadi tidak boleh di buka oleh sembarang orang.

Setelah memasuki masa remaja, barulah tau kalau buku tersebut diperuntukkan untuk sebuah kerahasiaan. Dan memang tidak boleh sembarang orang tahu akan hal itu.

Sebuah curhatan yang ditulis dan ternyata tidak untuk dibagi / dibaca orang lain.

Ada juga kasus curhat jaman dulu yang sering dilakukan oleh para ibu-ibu rumah tangga di desaku.

Apa yang mereka bicarakan dari hal-hal yang tidak lepas dari rumah tangga, seperti kebutuhan dan biaya kehidupan berumah tangga, mngurus anak dan juga masalah dengan mertua.

Saling berbagi  dan memecahkan solusi atas masalah yang dialami melalui curhatn/rumpi-rumpi ibu-ibu di kampung.

Sedikit berbeda dengan sekarang ini. Media untuk ajang curhat seperti buku harian dan obrolan secara langsung orang per orang kini sudah mulai bergeser menjadi obrolan secara online.

Medsos kini menjadi sebuah catatan perjalanan kehidupan kita.
Mengapa saya katakan demikian?

Karena hampir setiap kejadian dalam hidup Anda, tertulis dengan damai dalam beranda medsos.

Termasuk keluh kesah Anda di media sosial. Tentunya apa yang Anda curhatan melalui status di medsos akan dibaca dan diketahui oleh semua teman medsos Anda.

Hal tersebut akan membuat Anda memperoleh tanggapan yang beragam. Mungkin akan ada yang merasa iba dan kasian kepada Anda.

Ada juga nantinya yang akan menilai kelemahan Anda, apabila curhatan Anda setiap hari hanyalah sebuah keluh kesah saja.

Kelemahan yang tidak mesti anda publikasikan secara langsung di jagad maya.

Lalu apakah bagaimana cara membuat status yang baik?

Apakah tidak boleh curhat di media sosial?

Semua itu  kembali kepada diri kita masing-masing. Jika hal yang terlalu pribadi anda merasa tidsk terlalu khawatir membagikannya maka silahkan saja.

Namun, saran saya berdasarkan pengalaman beberapa pengguna medsos, alangkah bijaknya kita menyaring mana momen yang pas untuk dibagikan  di medsos.

Hal ini dilakukan untuk mencegah mereka yang ingin menyalahgunakan apa yang Anda tulis di medsos.

Alangkah bijaknya jika Anda ingin curhat anda lakukan secara langsung, Face to face dalam kehidupan nyata kepada orang yang Anda percayai, seperti orang tua, suami, istri, anak dan yang paling setia ialah Tuhan.

Curhatlah kepada beliau dengan bersembahyang, sesuai dengan ajaran agama yang kita anut masing-masing.

Dengan begitu curhatan Anda akan terjamin kerahasiaannya, dan secara perlahan akan teratasi masalah tersebut dan terkabulkan keinginan tersebut.

Sobat pedia yang budiman, medsos merupakan ajang sosialita di zaman now yang serba koneksi internet.

Gunakanlah dengan bijak dan jangan sampai disalahgunakan.  Tidak semua hal bisa Anda tulis disana, karena semua itu kembali pada kewaspadaan kita akan pihak yang berniat buruk pada pribadi kita.

Selamat bermedia sosial, dan semoga ulasan singkat ini bermanfaat bagi sobat pedia.

Wasalam. 

0 Response to "Apa yang Diperoleh dari Curhat di Medsos?"

Post a Comment

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel