Apa yang Terjadi Seandainya Harga Plastik Bekas Pembungkus Seharga 50K Langsung ke konten utama

Apa yang Terjadi Seandainya Harga Plastik Bekas Pembungkus Seharga 50K

Membaca judul artikel yang saya buat kali ini, mungkin akan membuat Anda berkata kalau saya sedang menghayal. Hal tersebut bisa Anda lihat dari pilihan kata seandainya ?

Memang saya sedang menghayal, terdengar bodoh memang, karena hayalan hanyalah bunga orang malas.

Tapi tidak ada salahnyakan sedikit menghayal siapa tahu nanti bisa diwujudkan menjadi impian.

Saat ini hampir semua produk makanan, perabotan, alat dan lain sebagainya menggunakan plastik sebagai pembungkusnya atau pelindungnya.

Contoh kecil saja kopi instan yang tiap hari Anda konsumsi (bagi yang doyan ngopi instan) pastinya terbungkus dari bahan plastik.

Saat Anda membeli sembako di warung sebelah, mau pulang pasti dikasi plastik sebagai alat untuk membawanya.

Hidup kita sekarang ini memang tidak bisa lepas dari yang namanya plastik.

Berbeda dengan dulu. Sewaktu saya masih kecil, membeli jajanan pasar seperti bubur misalnya masih tetap di bungkus pakai daun pisang.

Sekarang pakai daun pisang kurang praktis . makanan mudah tumpah, kurang higienis dan terhindar dari lalat.

Makanya kalau saya beli bubur ayam, ya pastinya dibungkus pakai plastik.

Sampai di rumah bungkusnya pun dibuang di tempat sampah. Lalu tidak tahu entah kemana rimbanya setelah diambil oleh petugas kebersihan.

Pastinya dibuang ke TPU. Tetapi masalah plastik memang masalah yang sangat pelik.

Sering kita jumpai dibeberapa ruas jalan, ada saja sampah plastik yang berceceran. Yah, seperti tidak ada harganya.

Hehehe.... Jelas saja, lawong itu sampah plastik. Coba kalau sampah plastik dijual harganya bisa mencapai 50K per buahnya, wah pasti bakalan lain.

Tidak akan ada orang yang membuang sampah plastiknya sembarangan. Lawong harganya majal. Kalau dibuang, hilang dong lima puluh ribunya.

Tetapi mungkinkah hanya dengan demikian kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan bebas dari sampah plastik bisa terwujud.

Sampah plastik memang sedikit sulit untuk kendalikan. Pengelolaannya pun agak rumit.

Jika dibakar, sampah tersebut akan membuat pencemaran udara. Pun jika di kubur, memerlukan waktu yang cukup lama.

Hal ini juga tidak baik bagi kesehatan tanah dan mikroorganisme di dalamnya.

Harapan kedepannya, semoga plastik pembungkus makanan dan sejenisnya jika sudah ditimbun maka akan hancur dalam beberapa Minggu. Bahkan akan mengeluarkan pupuk yang sangat bermanfaat bagi tumbuhan.

Hem.... Ini semua hanyalah bualan saja.

Yang terpenting mari kita kendalikan pengunaan sampah plastik.

Mulailah dengan memilah sampah organik dan non organik di lingkungan keluarga Anda.

Sampah organik bisa Anda gunakan untuk membuat pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman yang tumbuh di pekarangan rumah.

Dan sampah non organik bisa Anda kreasikan untuk menjadi sebuah karya seni.

Jika butuh inspirasi, Anda bisa mencarinya di internet tentang bagaimana mengolah barang bekas menjadi barang kreasi yang memiliki nilai komersil sekaligus Anda bisa menjaga kelestarian lingkungan agar terhindar dari sampah plastik.

BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Komentar

  1. Yang terjadi Jika Hargan Plastik 50 K ?
    1. Banyak Orang kantoran Berhenti kerja, demi melakoni Job Baru yaitu " Pemulung ". :)

    2. Kulit Pohon Pisang akan menjadi penganti bungkus Roti. :)

    3. Banyak orang yg tdk peduli dng isi bungkusan, tetapi lebih peduli dengan bungkus / plastiknya.

    tpi....3 hal tsb cuma berhayal loh, mass..... Bunga Malas, hehehe... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... kalau seperti itu, mungkin orang tidak akan berpikir buang sampah plastik sembarangan, ya kan Kang Nata? :D

      Hapus

Posting Komentar

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !