Jika Membaca dan Menulis Ibarat Sebuah Sistem Pencernaan

Bagi mereka yang memiliki hobi baca dan tulis mungkin tidak pas rasanya kalau dalam sehari tidak pernah ada yang dibaca dan ditulis.

Demikian pula dengan pengalaman saya. Sejak memulai belajar menulis artikel pendek, banyak resep dari para master yang coba saya terapkan.

Diantaranya mencoba melahap bacaaan yang menarik bagi saya. Bacaan tersebut nantinya saya akan jadikan sebagai bahan baku untuk tulisan saya.

Karena minat baca masih diasah maka saya belum berniat untuk membeli buku setiap bulannya.
Hasilnya ya cuma membaca artikel dari para blogger yang sudah lama terjun di dunia tulis menulis.

Beberapa bulan setelah mencoba resep tersebut ada semangat untuk terus melakukan aktivitas baca.

Bahkan semangat itu semakin menggila. Beberapa blog dalam negeri dan luar negeri pun dicoba untuk dicicipi artikelnya.

Meskipun untuk blog luar negeri masih mengandalkan Google translate untuk menerjemahkan bahasanya.

Bila anda memiliki hobi membaca, entah itu novel, cerpen, berita politik atau apalah sejenisnya.

Biasanya kalau saya bahan bacaan tersebut ada saja yang masih nyantol dalam pikiran. Meskipun tidak terlalu banyak, namun ada saja bagian yang masih terngiang di pikiran.

Jika saya ibaratkan membaca dan menulis adalah sebuah sistem pencernaan, maka ketika anda membaca, disana kita sudah memasukan makanan dalam sistem pikiran kita.

Pikiran ibarat pencernaan yang akan mengolah informasi tersebut. Bisa untuk memudahkan aktivitas anda, karena sudah memperoleh informasi. Bisa juga menambah pengetahuan anda.

Dalam sistem pencernaan, makanan yang masuk dalam mulut akan diolah dalam sistem,beberapa organ penting bertugas dalam pencernaan. Mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus.

Tentu kita bukan sebuah bantal, yang sekali diisi maka akan selamanya ada disana dan tidak pernah dikeluarkan. Sisa-sisa dari pencernaan akan dibuang dalam sistem pencernaan.

Membaca dan menulis juga demikian, anda kalau saya tidak bisa hanya membaca saja pasti ada keinginan untuk menuliskan hasil membaca. Meskipun tidak terlalu panjang, hanya 300 kata saja sudah cukup.

Ada kepuasan tersendiri yang saya rasakan ketika kita berhasil menuangkan hasil bacaan kita dalam sebuah tulisan.

Perasaan lega dan bangga bercampur menjadi sebuah semangat untuk menghasilkan tulisan selanjutnya.

Ketika sistem pencernaan menulis ini berjalan dengan lancar, maka saya pun berada pada kondisi sehat dalam kegiatan literasi. Saya harap anda pun  memiliki semangat yang sama setelah membaca tulisan ini.

Mari membaca untuk menambahkan wawasan kita sekaligus bahan pokok bagi pembuatan tulisan selanjutnya, dan mari tulis kembali hasil membaca anda sebagai bentuk keseimbangan pencernaan literasi yang kita lakukan.

Semangat Menulis.

Wasalam !


0 Response to "Jika Membaca dan Menulis Ibarat Sebuah Sistem Pencernaan"

Posting Komentar

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel