Sulitnya Memperkirakan Ketepatan Makanan Ketika Pesta Pernikahan

Setiap orang yang sudah menikah atau memiliki saudara yang telah menikah pasti pernah mengalami sebuah dilema dalam hal menyiapkan jumlah makanan yang harus disediakan di acara resepsi pernikahan.

Kadang kita berpikir, tindakan makanan yang saya siapkan nanti kurang?

Atau pernah juga muncul pemikiran, mungkinkah nanti makanan yang disiapkan terlalu berlebihan hingga banyak yang bersisa secara  percuma?

Saya pun pernah mengalami dilema ini. Pikiran kurang baik menggelayuti, belum lagi memikirkan kartu undangan yang belum tersebar dan dekorasi yang belum selesai.

JANGAN DIJADIKAN BEBAN TETAPI DIJALANI SAJA

Nah itulah resep pertama yang diberikan rekan kerja saya ketika kita akan memiliki sebuah acara. Semua kegiatan butuh perencanaan, dan perencanaan itu akan baik apabila dijalankan.

Sehingga saya berpikir lebih baik menjalani saja prosesi kegiatan tersebut. Mulai dari masalah sewa tenda, sarana dekorasi dan sewa Ketring yang sudah direncanakan segera saya laksanakan.

Permasalahan memang kadang muncul dalam hal penyediaan makanan (Ketring) ketakutan akan makanan yang bersisa terlalu banyak atau kehabisan makanan sebelum acara selesai.

Sungguh merepotkan jika hal tersebut terjadi. Namun, kita hendaknya selalu berpikir positif saja.

Sehingga saya pun memilih kedua dilema itu. Sampai pada sebuah pemikiran jikalau makanan pada acara resepsi lebih baik masih ada yang tersisa dari pada kehabisan sehingga para tamu tidak dapat makan.

Dengan perbandingan itulah saya memutuskan untuk tidak ragu ketika menentukan jumlah para undangan yang akan datang ke acara resepsi pernikahan yang kita lakukan.

Perbandingan yang saya lakukan agar makanan pada acara resepsi pernikahan tidak terlalu banyak yang bersisa adalah dengan menemukan beberapa hal diantaranya :

1. Pastikan jumlah undangan
Sebelum hari "H" acara resepsi saya memastikan terlebih dahulu jumlah undangan yang akan datang.

Baik undangan dari istri, orang tua maupun saya sendiri. Setelah jumlahnya bisa kita tentukan dengan pas, maka barulah kita pilih harga Ketring dan menu yang akan kita pilih.

2. Harga per porsi Ketring
Kalau yang ini sangat relatif sekali. Jika kita memiliki biaya yang pas-pasan maka secara otomatis kita mencari yang biasa saja.

Namun sebaliknya jika uang Anda lebih, maka tidak ada salahnya Anda mencoba porsi yang lebih mahal.

Biasanya para penjual Ketring makanan mengelompokkan tarif ketringnya dengan harga perporsi. Mulai dari harga 35.000 hingga 50.000/ porsinya.

Jika sudah Anda tentukan maka selanjutnya bisa menentukan pilihan menu makanan.

Setelah semua selesai saya pun lanjut memesan jumlah porsi yang akan dipesan. Awalnya saya sedikit bingung. Apakah porsi makanan yang akan saya pesan sesuai dengan jumlah undangan atau tidak.

Jika sesuai apakah nanti banyak yang akan bersisa? Lalu jika saya kurangi porsinya apakah tidak akan kekurangan ?

Nah, akhirnya saya pun berdiskusi dengan mereka yang berpengalaman. Hasilnya mereka menyarankan kalau memang ingin berhemat, maka kurangi lagi beberapa porsi saja.

Misalnya undangan 300 maka bisa dikurangi cukup 8-10% saja. Itu artinya saya memesan rata-rata 270-275 saja.

Cara ini cukup baik digunakan. Dalam acara tersebut hasilnya semua undangan memperoleh konsumsi yang sesuai dengan selera mereka.

Rasa bahagia dan bangga pun saya rasakan setelah selesai acara. Yang paling membuat perasaan senang adalah acara berjalan dengan lancar dan semua undangan terlayani dengan baik.

Tentunya dalam melaksnakan acara tersebut Anda tidak bisa memikirkan semua sendirian. Pertimbangan dan masukan dari para anggota keluarga harus kita perhatikan dengan baik.

Nah sobat pedia, apakah ada diantara Anda yang sedang akan melaksanakan acara resepsi. Doa saya semoga kegiatan berjalan dengan lancar dan semua undangan Anda merasa bahagia atas jamuan yang Anda sajikan.

Wasalam

1 Response to "Sulitnya Memperkirakan Ketepatan Makanan Ketika Pesta Pernikahan"

  1. yang paling pusing adalah ketika ternyata prediksi kita meleset.Tamu undangan ternyata sangat banyak yang datang, sedangkan nasi dan lauk pauk sudah ludes.

    klu ini terjadi.....wah perasaan kita sebagai tuan rumah menjadi kusut. :)

    lebih baik lebih dari pada kurang. :)

    BalasHapus

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel