Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 1 Subtema 3 Lingkungan dan Manfaatnya

Selamat berjumpa kembali sahabat pembaca kali ini penulis akan menyajikan rangkuman pembelajaran di kelas 5 terutama pada tema 1 subtema 3 yaitu tentang lingkungan dan manfaatnya.
Seperti yang kita ketahui, pembelajaran tematik di kelas 5 semester 1 Terdiri dari 5 buah tema. 

Dimana tema-tema tersebut dibelajarkan kurang lebih selama 1 bulan. Untuk memudahkan para rekan-rekan pendidik akan membelajarkan materi yang terdapat pada tema, dibutuhkan beberapa referensi yang bisa dijadikan rangkuman sehingga pembelajaran akan menjadi lebih menyenangkan dan tentunya memiliki beragam rujukan.

Pembelajaran tema 1 subtema 3 tentang lingkungan dan manfaatnya yang akan penulis sajikan kali ini akan membuat rangkuman dari beberapa mata pelajaran. 

Mulai dari muatan pembelajaran bahasa Indonesia kemudian PKN, IPA, IPS , dan SBdP.
Langsung saja Berikut ini akan penulis sajikan rangkuman pembelajaran subtema 3 yang terdiri dari 6 pembelajaran di kelas 5.
Rangkuman muatan bahasa Indonesia, KD 3.1
Pada pembelajaran subtema 3 khusus untuk muatan bahasa Indonesia masih menekankan pada pembelajaran menentukan ide pokok dalam teks. 

Seperti yang disampaikan pada sub tema sebelumnya ide pokok merupakan inti atau dasar permasalahan dalam suatu teks. Dengan mengetahui ide pokok yang terkandung dalam suatu teks kita akan lebih mudah mengetahui masalah utama yang disajikan dalam teks tersebut. 

Subtema ketiga tentang lingkungan dan manfaatnya lebih banyak menekankan pada pembelajaran yang mengaitkan antara lingkungan dan pemanfaatannya bagi pemenuhan kebutuhan hidup manusia.

Pada buku siswa tema 1 subtema 3, siswa diperkenalkan tentang beberapa teks bacaan, dengan pembahasan masalah lingkungan dan pemanfaatannya.

Berikut ini penulis sajikan contoh teks bacaan yang bisa anda jadikan sebagai materi pembelajaran untuk mengajarkan siswa menemukan ide pokok dari teks yang agak panjang.  Teks ini menulis kutipan dari buku PR tematik terbitan Intan Pariwara.

Contoh teks bacaan dalam menentukan ide pokok.

Pusat Pembuatan Gerabah di Dusun Klipoh
Dusun wisata di Klipoh merupakan pusat desa kerajinan pembuatan gerabah. Dusun tersebut terletak di desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang provinsi Jawa Tengah. Dusun klipoh berada tidak jauh dari objek wisata Candi Borobudur.  kegiatan dan proses pembuatan gerabah yang diwariskan secara turun-temurun terukir pada salah satu relief Candi Borobudur. Tradisi pembuatan gerabah di Dusun klipoh diperkirakan telah ada sebelum pembuatan candi Borobudur.

Sejak tahun 2000 Dusun klipoh mulai dikunjungi wisatawan. Wisatawan dapat mengikuti kegiatan proses pembuatan dan mencoba sendiri membuat gerabah. Beberapa hotel di sekitar kawasan Candi Borobudur memiliki paket kunjungan ke dusun klipoh.

Proses pembuatan gerabah di Lippo masih menggunakan teknik sederhana. Teknik ini berdasarkan pengetahuan yang diwariskan secara turun temurun. Pembuatan gerabah melalui berbagai proses antara lain pembentukan gerabah Proses pengeringan dengan menggunakan sinar matahari , dan proses pembakaran. Sebanyak 80% penduduk klipoh berprofesi sebagai pengrajin gerabah.

Berbagai produk gerabah yang dihasilkan di Klipoh antara lain Kendil, cobek ,blanker, kuali, cuwo dan wajan. Gerabah gerabah tersebut dijual dengan harga bervariasi antara Rp2.000 hingga Rp3.500. Bahan baku gerabah berupa tanah liat gerabah mereka beli dari pemilik tanah di Dusun tetangga yang di Dusun wadon Desa Karanganyar.
Disadur dari http://www.antarajateng.com.

Contoh teks yang penulis sajikan di atas dapat digunakan sebagai bahan untuk pembelajaran menemukan ide pokok. Sebelum siswa dibelajarkan menemukan ide pokok, terlebih dahulu siswa diajak untuk menganalisis kata-kata sulit yang muncul pada teks tersebut.

Selanjutnya siswa diajak untuk menyelesaikan beberapa pertanyaan yang disusun oleh guru, terkait dengan pemahaman siswa terhadap teks yang telah dibaca. 

Berikut ini perlu disajikan beberapa daftar pertanyaan yang bisa digunakan dalam pembelajaran memahami teks yang dibaca.
1. Apakah ide pokok paragraf kedua pada bacaan tersebut di atas?
2. Sejak kapan Dusun wisata klipoh mulai didatangi oleh wisatawan?
3. Kegiatan apa yang dapat dilakukan wisatawan di Dusun wisata klipoh?
4.  Bagaimana teknik pembuatan gerabah?
5. Apa saja jenis gerabah yang dibuat masyarakat di desa tersebut?

Rangkuman muatan PKN KD 3.1

Pada pembelajaran subtema 1 dan 2, tematik kelas 5 tema 1 sudah banyak dibahas mengenai nilai-nilai Pancasila. 

Namun pada kesempatan kali ini pada subtema 3 nilai-nilai Pancasila kembali dibelajarkan dan dimantapkan.

Berikut ini penulis sajikan beberapa nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila.
1. Sila pertama. sila pertama Pancasila berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa.
Pada sila pertama warga negara Indonesia berhak untuk menjalankan dan memeluk agama sesuai dengan keyakinannya. 

Pada sila pertama ini pula, terkandung nilai bahwa setiap warga negara berhak untuk mendapatkan rasa aman dalam menjalankan ibadahnya. Kita tidak boleh memaksakan suatu agama terhadap orang lain. Hal tersebut sangat bertentangan dengan pengamalan sila pertama Pancasila.

Keberagaman agama yang ada di Indonesia, menjadi sebuah kekayaan bagi bangsa ini Dan juga untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan.

2. Sila ke-2, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Pada sila ini menunjukkan bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban sebagai warga negara. Hak dan kewajiban tersebut harus dilaksanakan secara seimbang dan adil. Di sini juga diharapkan setiap warga negara memiliki Sikap tenggang rasa dan toleransi dalam kehidupan sosial.

3. Sila ke-3, Persatuan Indonesia. Pada sila ini kita dituntut agar selalu mencintai tanah air dan menjaga rasa persatuan dan kesatuan di dalam kerangka kebhinekaan. 

Sikap sikap positif yang harus dilakukan sesuai dengan sila ketiga Pancasila adalah mencintai produk produk dalam negeri, menghormati kebudayaan dari daerah lain, menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah yang ada di seluruh Indonesia. 

Itulah beberapa sikap yang harus kita lakukan untuk menjaga sesuai dengan pengamalan sila ke-3.

4. Sila ke-4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. 
Sikap yang sesuai dengan sila ini adalah senantiasa menunjukkan sikap musyawarah dalam merencanakan sesuatu.

Musyawarah yang dilakukan tentunya untuk mencapai mufakat. Ketika kemufakatan tidak tercapai maka dilakukan melalui pemungutan suara terbanyak atau yang dikenal dengan nama lain voting. 

Selain itu pula sikap yang sesuai dengan pengamalan sila keempat adalah berbicara yang santun saat bermusyawarah, menghormati perbedaan pendapat di dalam musyawarah, dan menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.

5. Sila ke-5, menunjukkan setiap warga negara harus memiliki sikap gotong royong dan peduli antar sesama.
Memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan, merupakan salah satu wujud keadilan sosial Kepada seluruh masyarakat. 


 Rangkuman muatan IPA,
Cara membantu orang yang benar-benar membutuhkan pertolongan.
Pada pembelajaran subtema 3 dibahas tentang beberapa gangguan pada tulang.
Berikut ini akan kami sajikan beberapa gangguan pada tulang dan sendi.
1. Fraktura, adalah kondisi pada tulang karena kecelakaan atau terjatuh. Fraktura terbagi menjadi dua macam yaitu fraktura tertutup pada tulang yang tidak sampai menembus kulit dan fraktura terbuka pada tulang yang menembus kulit.

2. Fisura, adalah kondisi retak tulang karena benturan, terjatuh atau kecelakaan.

3. Keseleo, adalah gangguan pada persendian karena ligamen sendi tertarik. Keseleo terjadi karena adanya gerakan tiba-tiba atau melakukan gerakan yang tidak biasa.

4. Dislokasi, adalah pergeseran tulang karena robek atau tertariknya ligamen.

5. Memar sendi, adalah gangguan pada sendi karena selaput sendi robek.

6. Urai sendi, adalah memar sendi yang diikuti dengan lepasnya tulang dari persendian.

Selain gangguan pada tulang ada juga beberapa kelainan pada tulang. Berikut ini beberapa kelainan pada tulang.

1. Rakitis, adalah bentuk kaki O atau X. Kelainan ini terjadi sejak lahir penyebabnya saat hamil ibu kekurangan vitamin D dan kalsium.

2. Hidrosefalus adalah bentuk kepala membesar karena terjadi penggumpalan cairan dan pelebaran rongga otak. kelainan ini terjadi pada bayi sejak lahir.

3. Hidrosefalus kepala mengecil karena kelainan pertumbuhan tengkorak.

4. Osteoporosis adalah pengapuran tulang sehingga tulang menjadi lunak dan rapuh. osteoporosis terjadi pada golongan mana seiring bertambahnya usia

Kebiasaan salah dalam duduk, menyebabkan terjadinya bentuk tulang belakang yang tidak normal berikut ini kelainan pada tulang belakang.


A. Lordosis.
Lordosis terjadi jika tulang belakang melengkung ke depan sehingga kepala tertarik ke belakang.

B. Skoliosis.
Skoliosis terjadi jika tulang belakang melengkung ke arah samping sehingga badan tampak melengkung ke kanan atau ke kiri seperti huruf s.

C. Kifosis
Kifosis terjadi jika tulang belakang melengkung ke belakang sehingga penderita tampak seperti membungkuk.

 adanya gangguan dan kelainan pada tulang menyebabkan aktivitas manusia terganggu dan tidak berjalan maksimal.

Rangkuman muatan IPS
Merupakan negara maritim Apakah negara maritim itu?

Negara maritim adalah negara yang memiliki perairan yang luas. Selain sebagai negara maritim Indonesia juga dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani.

Kondisi geografis yang membentang di wilayah Indonesia membuat banyak terdapat perbedaan dalam pekerjaan maupun kehidupan masyarakat. 

Selain keberagaman geografis Indonesia juga memiliki keragaman suku bangsa. Selain keberagaman suku Indonesia juga kaya akan keberagaman bahasa daerah. Bukan menjadi pemisah bagi bangsa Indonesia tetapi menjadi pemersatu dan mempererat tali persaudaraan.

 keragaman budaya tersebut tidak lepas dari kondisi geografis wilayah Indonesia yang luas. Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas di Asia Tenggara.

Indonesia terdiri dari 17000 pulau, diantaranya adalah Sumatera Kalimantan Jawa Sulawesi dan Papua.

Kini di setiap daerah tersebut sudah tersebar semua suku yang ada di Indonesia.

Rangkuman muatan SBdP
Pada pembelajaran subtema 1 dan 2 sudah dibahas tentang gambar cerita salah satu gambar cerita adalah gambar kartun dan karikatur.

Gambar kartun dan karikatur banyak kita temukan pada gambar komik. komik adalah cerita bergambar yang bersifat lucu dan umumnya mudah dicerna. 

Dalam komik tidak hanya terdapat kamar tetapi juga beberapa kalimat kalimat yang mendukung alur cerita pada komik.

Kata-kata pada komik berfungsi untuk menjelaskan melengkapi dan memperdalam penyampaian gambar secara keseluruhan. 

Kata atau kalimat yang tertulis pada komik dibuat dalam bentuk gelembung-gelembung atau balon yang merupakan kalimat dari tokoh-tokoh tersebut.

Untuk lebih memperindah pembelajaran Anda bisa mengunduh beberapa gambar komik dengan gelembung percakapan.

Gambar tersebut bisa anda jadikan sebagai media pembelajaran bagi siswa yang selanjutnya disuarakan menambahkan kata-kata sesuai dengan alur cerita pada komik disebut.

Demikian rampok rangkuman singkat mengenai pembelajaran subtema 3 tema 1 kelas 5 yang bisa perlu disajikan pada kesempatan kali ini. 

Semoga rangkuman ini memberikan manfaat bagi anda dalam melaksanakan pembelajaran di kelas dan mempersiapkan materi sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan kondusif.

Dian ulasan kali ini kita nantikan rangkuman soal-soal lainnya terkait dengan pembelajaran tematik pendidikan olahraga hanya di riyanpedia.com

*)) sumber referensi :
- Buku PR Tematik Kelas 5
- Buku BUPENA Jilid 5A, Irene MjA. Erlangga

0 Response to "Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 1 Subtema 3 Lingkungan dan Manfaatnya"

Posting Komentar

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !

Iklan Atas

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel