Full Day School Masih Diperdebatkan Oleh Beberapa Kalangan

Full day school masih diperdebatkan oleh beberapa kalangan. Beberapa waktu lalu tersiar kabar dari menteri pendidikan dan kebudayaan akan mewacanakan  full day school.

Namun pengamat pendidikan Universitas Nusa Cendana, Felysianus mengatakan bahwa apabila wacana tersebut benar direalisasikan maka akan membuat siswa kelelahan. Yang membuat mereka akan hanya mengikuti arahan dari guru dan kurang kreatif. Seperti yang dilangsir dari media Antaranews.com, Felysianus juga mengatakan kalau full day school hanya akan membuat siswa seperti robot.

Ia juga menilai kalau wacana tersebut benar-benar dilaksanakan maka akan membuat siswa kesulitan mengembangkan kreatifitas. Memang benar kalau kita lihat anak sekolah dasar yang berada pada rentang usia 6 hingga 12 tahun merupakan anak yang masih lebih suka dengan dunia bermain.

Menurut Felysianus mengatakan bahwa anak masih perlu bermain, apalagi untuk anak-anak di sekolah pedalaman. Mereka harus mempunyai kreatifitas dalam hal menenun atau melakukan kegiatan lain untuk membantu orang tua mereka.

Ketua Program Studi (Keprodi) Linguistik Program Pasca Sarjana Undana tersebut juga menjelaskan siswa SD berada pada umur berkisar dari enam sampai 12 tahun.

"Umur-umur seperti itu harus mendapat konsep khusus agar tetap bertahan dan tidak menjadi robot saat berada di sekolah selama satu hari penuh," katanya.

Menurut Felysianus bahwa ada tiga konsep yang harus diterapkan, yakni : bahasa, pikiran dan jiwa. Ketiga konsep tersebut harus diperhatikan oleh guru sekolah dasar dengan sangat baik. Bila dalam satu hari anak berada di sekolah dan ketiga konsep tersebut tidak saling bersinergi, maka siswa akan jenuh berada di sekolah serta akan mengganggu mental anak.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel