Jangan Cederai Sosok Guru yang 'Digugu lan Ditiru'

Jangan cederai sosok guru yang 'Digugu lan Ditiru'_Guru akhir-akhir ini sering mendapat perlakuan yang kurang baik. Muncul beberapa pemberitaan di berbagai media masa baik cetak , elektronik maupun yang online, bagaimana perlakuan yang diterima guru dalam menjalankan tugasnya.

Ada diberitakan guru yang menegur muridnya ketika tidak mengerjakan tugas. Kemudian siswa yang ditegur malah mengadukan kepada orang tuanya. Kemudian orang tua siswa pun melakukan tindak kekerasan kepada guru tersebut. Beberapa waktu lalu juga ada guru yang dilaporkan ke kepolisian karena mencubit siswa yang karena tidak melakukan sholat dhuha. Dan lagi-lagi siswa yang bermental cemen melaporkan kepada orang tuanya. Kemudian orang tua yang selalu memandang anaknya benar dan memanjakan anak, melaporkan guru tersebut ke polisi. Alhasil sang guru pun malah dipidanakan. Sungguh ironi pendidik sekarang.

Sosok guru seperti yang sudah kita ketahui merupakan orang yang pantas untuk "digugu dan ditiru" ketika guru melihat siswanya melenceng dari apa yang diharapkan pastilah guru akan menegur dan memberikan sanksi kepada siswa tersebut. Yang menjadi dilema di pemikiran kita, kenapa para orang tua kini terlalu berpikiran sempit. Tidakah mereka meminta keterangan terlebih dahulu kepada anak mereka, dan mengapa tidak dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan terlebih dahulu.

Bila kita cermati kembali kasus siswa yang ditegur atau di 'cubit' sidikit oleh guru. Siswa tidak mengerjakan tugas yang diberikan dengan tepat waktu. Bukankah kalau kita sadari tugas dari guru harus diselesaikan dengan tepat waktu, lalu kalau tidak mengerjakan tugas apakah perbuatan itu benar? Melawan guru dan bersikap tidak sopan terhadap guru, apakah itu merupakan perbuatan yang bisa dikatakan biasa saja? Salahkah bila guru sedikit memberikan hukuman sebagai shock therapy karena perbuatan itu memang salah.

Kembali kemasalah hukuman yang diberikan kepada siswa. Bukanlah masalah keras atau lemahnya sebuah hukuman. Keras tidaknya cubitan yang diberikan. Sebagai seorang pendidik, kita harus selalu menyadarkan diri bahwa kekerasan memang tidak boleh dilakukan dalam dunia pendidikan. Ini harus ada payung hukum yang jelas tentang bagiamana seharusnya guru didalam memberikan hukuman atau sanksi atas sikap siswa yang memang salah, sehingga muncul penyadaran dalam diri mereka atas sikap yang telah dilakukan.

Pentingnya mengembalikan sosok guru yang harus digugu dan ditiru. Bila kita selalu menyalahkan sikap dan tindakan yang diambil guru, dan seketika itu guru akan merasa bahwa ruang lingkupnya akan diabatasi. Anda bisa banyangkan, apa yang akan terjadi kalau guru malah bersikap apatis dan membiarkan sikap siswa yang salah. Karena mereka merasa takut dalam mengambil tindakan. Niat sudah adi luhur akan mendidik dan merubah sikap siswa yang salah, malah guru menjadi disalahkan. Inilah yang kita khawatirkan, Mari kita kembalikan guru sebagai insan pendidik yang memang harus kita gugu dan kita tiru.

Semoga kita kembali menyadari bahwa guru mengabdi dengan tulus dan iklas, Guru tidak mungkin akan menjerumuskan siswanya kedalam jalan yang salah. Guru adalah pelita yang akan membawa kita kejalan yang penuh dengan kecerahan. Sadarilah itu semua, Wasalam....

0 Response to "Jangan Cederai Sosok Guru yang 'Digugu lan Ditiru'"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan mengunakan akun google Anda. Komentar Anonim (Unknow) tidak akan kami tampilkan!

Terimakasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel