Contoh Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan RPP di SD

Optimalnya sebuah pelayanan di sebuah instansi maupun perusahaan dibutuhkan sebuah standar pelayanan. Demkian pula adalah sekolah dasar. Adanya banyak kegiatan yang_ dilakukan guru mamaupun kepala sekolah dalam memberikan layanan kepada masyarakat (siswa/ortu siswa)

Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam segala kegiatan di sekolah memang harus ada. Hal tersebut bertujuan sebagai pakem dalam melaksanakan tugas. Seperti yang disampaikan oleh Sailendra (2015:11) tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah merupakan panduan yang digunakan untuk memastikan kegiatan operasional organisasi atau perusahaan berjalan dengan lancar.

Jadi, pada intinya salah satu manfaat dari SOP khususnya di sekolah dasar adalah adanya sebuah aturan atau tata cara yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya di sekolah. Sehingga pelayanan pendidikan dapat berjalan dengan lancar.


Salah satu kegiatan yang perlu adanya SOP di sekolah dasar adalah tentang perencanaan pembelajaran. Di setiap sekolah tentunya harus bisa memastikan rencana pembelajaran yang dibuat oleh guru-gurunya sudah memenuhi standar komponen dalam menyusun rencana pembelajaran.

Berikut ini akan kami sediakan sebuah contoh SOP dalam perencanaan pembelajaran di sekolah dasar. Tentunya SOP ini hanyalah sebuah contoh semata, yang diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi pembaca untuk menyusun SOP Perencanaan Pembelajaran yang lebih baik lagi.

Langsung saja, berikut ini Standar Operasional Prosedur dalam penyusunan RPP di sekolah dasar.

1. Rapat pembagian tugas yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Dewan Guru.

2. Menerima SK pembagian tugas dari kepala sekolah.

3. Menganalisis hari efektif kalender pendidkkan.

4. Menyusun Program Tahunan (Prota ) dan Program Semesteran (Promes) 

5. Menentukan KI dan KD

6. Mengembangkan indikator pembelajaran dan tujuan pembelajaran 

7. Menyusun RPP dengan rincian sebagai beriku :
  • Identitas (nama sekolah, kelas, semester)
  • Alokasi waktu
  • Hari dan tanggal pelaksanaan
  • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
  • Indikator
  • Tunjuan pembelajaran
  • Materi Pokok
  • Pelaksanaan Pembelajaran
  • Penilaian
  • Tindak lanjut
8. RPP yang telah disusun selanjutnya diserahkan kepada Kepala Sekolah untuk diberikan penilaian selanjutnya di legalisir.

9.Jika terdapat kekeliruan, dikembalikan kepada guru untuk diperbaiki.

10. RPP yang sudah diserahkan dan dilegalisir siap untuk dilaksanakan di kelas.

Demikian contoh SOP penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dapat kami sajikan kepada para pembaca. Semoga bermanfaat, jangan lupa untuk berbagi pengalaman dalam penyusunan SOP di sekolah melalui kolom komentar di bawah postingan ini.

Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel