Lelah Dengan Tingkah Laku Siswa Hiperaktif? Coba lakukan ini

Lelah dengan tingkah laku siswa hiperaktif? coba lakukan hal ini untuk mengatasinya - Sebagai seorang guru anda pasti menginginkan jika siswa anda menjadi siswa yang aktif di kelas. Sudah menjadi kebanggaan bagi seorang guru apabila menjadikan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakannya semakin baik dan bahkan seluruh siswa bisa aktif belajar di dalam kelas.

Namun, anda tentu pernah melihat tingkah laku siswa yang terlalu berlebihan hingga anda sulit sekali untuk mengaturnya. Bahkan ketika anda sedang mengajar, siswa tersebut tidak bisa berkonsentrasi dalam kegiatan pembelajaran. Ada saja hal yang ia lakukan, mulai dari duduk yang tidak betah hanya untuk beberapa menit saja. Dalam kegiatan belajar pun siswa tersebut sulit untuk menyimak, ada saja sesuatu yang mereka bicarakan. Ibarat seekor burung, mereka terus bernyanyi.

Mengalami kondisi tingkah laku siswa yang memiliki sikap aktif berlebihan, atau lebih dikenal dengan hiperaktif tentu membuat anda sedikit kecewa dan bisa jadi anda memberi label anak yang bandel pada siswa tersebut. Tapi menurut saya jangan terburu-buru anda mengatakan anak tersebut sebagai anak yang bandel. Tingkah laku anak usia sekolah dasar memang sangat sulit kita bedakan sebagai anak yang bandel atau hiperaktif. Tetapi sebagai seorang guru anda harus bijak dan tetap berpikir kalau siswa anda adalah seorang individu yang baik, yang membutuhkan pemahaman dan pembinaan untuk bisa berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang ia miliki.

Sebelumnya ada baiknya kita mencari tahu terlebih dahulu apa itu anak yang memiliki prilaku hiperaktif. Kemudian bagaimana ciri anak yang memiliki tingkah laku hiperaktif.

Hiperaktif adalah sebuah perilaku yang muncul dalam diri anak dimana anak tersebut tidak bisa dikontrol. Intinya keaktifan anak tersebut sangat berlebiń•an. Dan bukannya keaktif yang baik dimunculkan.

Ciri siswa yang memiliki tingkah laku hiperaktif dicirikan sebagai berikut.

  1. Siswa yang mengalami hiperaktif dicirikan dengan sosok anak yang susah diatur. 
  2. Tidak fokus dan tidak mampu mengerjakan tugas yang diberikan
  3. Tidak memiliki kesabaran dan suka mengganggu orang lain / teman.
Upaya mengatasi kasus demikian adalah dengan  :

1. Guru bisa membawa siswa untuk terapi perilaku ke psikiater siswa untuk membantunya mengontrol sikap hiperaktifnya. Bila bimbingan dan terapi tidak berhasil, maka siswa bisa mulai mengkonsumsi obat sehingga kondisi hiperaktifnya bisa berkurang.

2. Guru sebaiknya lebih banyak meluangkan waktu dengan siswa untuk dapat melakukan aktivitas dengan cara yang tenang dan melatih konsentrasinya, misal dengan membantu siswa menyusun puzzle sampai selesai atau membantu mewarnai gambar.
Cara lain melatih konsentrasinya adalah dengan memberikan beberapa mainan kepadanya dan minta siswa untuk mengingatnya. Minta siswa untuk menutup matanya dan ambil salah satu mainan lalu sembunyikan dari siswa. Persilahkan siswa untuk membuka matanya dan mengatakan mainan apa yang Anda sembunyikan darinya.

3. Berikan siswa banyak kegiatan yang dapat melatihnya untuk disiplin, fokus dan dapat meningkatkan kemampuan bersosialisasinya dengan mengenali bakat dan minat siswa. Libatkan siswa pada aktivitas setelah sekolah sesuai bakat dan bidang yang diminatinya sebagai media penyaluran energinya yang berlebihan. Misalnya, les musik atau olahraga seperti berenang dan bermain bola. Bermain dalam grup sangat baik untuk siswa hiperaktif guna meningkatkan kemampuan bersosialisasinya dengan orang lain.

4. Ajak siswa untuk berbicara dan pastikan siswa mengerti aturan serta konsekuensi dari tingkah lakunya. Berikan hukuman waktu (satu menit per usia siswa) untuk siswa merefleksi tindakannya bila nakal dan berikan pujian atau hadiah bila siswa berperilaku baik. Guru harus konsisten terhadap aturan yang sudah dibuat.

5. Ajarkan siswa cara mengatur napas untuk menenangkan dirinya ketika merasa terlalu berenergi, marah dan frustasi.

6. Guru sebaiknya menyediakan waktu untuk rileks bersama siswa misalnya dengan mendengar musik yang menenangkan bersama sambil memberikan pelukan hangat ke siswa dan memijatnya agar siswa merasa lebih santai dan tenang. Hal ini bisa dilakukan setelah mandi di sore hari dan sebelum beranjak tidur.

7. Ketika melihat siswa merusak mainannya atau berbuat onar, tanyakan baik-baik ke siswa alasan ia melakukannya. Dalam mendisiplinkan siswa sebaiknya Guru tidak larut dalam emosi kemarahan siswa. Sebaiknya, Anda tidak berbicara kasar dengan suara yang keras kepada siswa Anda, tetapi berbicaralah kepadanya dengan nada yang tenang, ingatkan aturan yang sudah disepakati dengan siswa dengan suara yang tegas. Ingat, Anda adalah contoh bagi siswa Anda.

0 Response to "Lelah Dengan Tingkah Laku Siswa Hiperaktif? Coba lakukan ini "

Post a Comment

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel