Apakah Kalau Siswa Tidak Naik Kelas Adalah Kesalahan Guru?

Apakah kalau siswa tidak naik kelas adalah kesalahan guru? –Menjadi seorang guru bukanlah pekerjaan yang mudah. Bukanlah pekerjaan yang hanya membuat orang lain menjadi tau. Bukan pula hanya sekedar bercerita di depan kelas tentang informasi yang berisikan pengetahuan dan fakta-fakta. Guru bukan hanya sekedar mentransfer informasi yang diberikan kepada peserta didiknya.

Sebagai seorang guru tentunya menginginkan  siswanya lebih maju dan mampu berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Tidak ada satu pun guru yang menginginkan siswanya gagal dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dan dalam kehidupan dimasa depan.

Dalam melaksanakan tugasnya mendidik anak dari berbagai kalangan orang tua. Anak dari berbagai latar belakang kasih sayang yang diterima, serta anak dengan latar belakang kemampuan akademik yang berbeda. 

Menerima tugas yang berat tersebut menjadikan siswa tersebut berkembang menjadi siswa yang lebih baik dari sebelumnya, bukanlah pekerjaan yang mudah. Guru harus ekstra keras untuk merubah semua tersebut menjadikan sesuai dengan apa yang menjadi harapan para orang tua. 

Saya yakin guru senantiasa memberikan yang terbaik untuk anak didiknya. Namun, ketika kita melihat sebuah kesalahan yang dilakukan oleh anak didiknya kenapa dengan cepat kilat, kesalahan tersebut selalu dialamatkan kepada guru atau sekolah tempat anak itu mengenyam pendidikan.
sumber gambar : Google

Namun, ketika seorang anak tersebut mampu melakukan sesuatu yang luar biasa, kenapa tidak pernah disentuh bagaimana peran guru dalam menempa bongkahan (anak) tersebut menjadi sesuatu yang berharga seperti yang sekarang.

Contoh kecil misalnya kasus siswa tidak naik kelas. Apakah siswa yang tidak naik kelas termasuk kedalam kegagalan guru  bahkan yang lebih parah dikatakan kesalahan guru. 

Darimana datangnya kenapa dengan serta merta dikatakan sebagai kesalahan dan kegagalan dari guru. Apakah mereka berpikir, kalau guru juga manusia. Perlu kita ketahui, tidak ada manusia yang bisa melahirkan anak yang sempurna. Pasti ada sisi kekurangan dan kelebihannya.

Ketika siswa dalam menempuh pendidikan, tentu ada batasan capaian minimal yang harus diraih oleh siswa. Tujuannya tiada lain untuk mengetahui sejauh mana siswa sudah mampu menguasai materi pembelajaran atau dengan kata lain, kemampuan siswa dalam mempelajari ilmu yang diterima di sekolah.

Dengan adanya capaian minimal yang harus mampu dikuasai oleh siswa, maka guru akan dapat memberikan pembinaan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa tersebut. Lalu bagaimana kalau siswa tersebut tidak mampu menuntaskan capaian yang harus diraih dalam rentang waktu dalam kalender pendidikan yang harus dilaksanakan. 

Apakah siswa dibiarkan begitu saja melaju ke jenjang kelas berikutnya, padahal anak tersebut kurang mahir bila melanjutkan pembelajarannya di jenjang berikutnya. 

Guru sudah memberikan pembelajaran pengulangan kepada siswa tersebut, dengan tujuan agar siswa mampu mengejar ketertinggalannya. Namun, dengan batas waktu yang sudah diberikan tersebut, siswa tetap saja belum mampu dan butuuh waktu yang lebih lama lagi.

Nah, bila sudah demikian, disinilah dilema yang dihadapi guru. 

Bagaimana dengan Anda, apakah anda mengambil keputusan siswa tersebut tidak naik kelas, atau tutup mata dan biarkan melaju ke jenjang berikutnya, meskipun siswa tersebut belum mampu menuntaskan pembaelajaran di kelas sebelumnya?

Yah, apapun itu keputusan yang anda ambil, yang harus diperhatikan adalah memberikan yang terbaik untuk siswa anda. Jadilah pahlawan bagi diri mereka dan berikan sebuah keputusan yang memihak kepada masa depan mereka. 



0 Response to "Apakah Kalau Siswa Tidak Naik Kelas Adalah Kesalahan Guru?"

Post a Comment

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel