Di Hari Ayah, Aku Pun Belum Bisa Menjadi Seorang Ayah

Hari Ayah !

Yah, sebuah peringatan yang mungkin tidak setenar Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember. 

Bangun pagi beranjak dari tempat tidur, iseng membuka laman google. Al hasil, saya pun melihat sebuah google doodle yang merayakan hari Ayah, yang jatuh pada tanggal 12 Nopember.

Kala itu muncul dalam gambar mesin pencari google sebuah gambar, yang menurut saya adalah sebuah keset yang diatasnya terdapat dua pasang sepatu. 

Sepatu ala bapak-bapak kantoran dan sepatu anak-anak. Ketika aku klik ikon tersebut terlihatlah sebuah informasi kalau hari ini 12 Nopember merupakan peringatan Hari Ayah.

Terlintas dipikiranku Ayah yang selama ini aku sayangi. Hingga aku yang seperti sekarang ini adalah sebuah perjuangan dari ayah.

Memang bukan ayah yang menyusui kita, namun dalam setiap tegukan susu yang kita minum, terdapat cucuran keringat dan air mata ayah untuk bekerja. 

Bagi teman-teman yang kehilangan ayah tercinta, tentu sangat terpukul dan sedih dengan kondisi seperti sekarang ini. Mengenang ayah akan memberikan kita semangat dan motivasi untuk senantiasa ingat kepada beliau.

Sebagai wujud bakti kita kepada ayah, dan bagi teman-teman yang ingin mengenang kembali ayah tercinta, semoga tayangan ini bisa memberikan keteduhan dan mengobati kerinduan kepada Ayah



Ayah memang tidak pernah memberikan air susu kepada kita. Namun, kita percaya bahwa karena perjuangan ayah pula kita bisa meminum air susu dari Ibu.

Ayah, memang tidak pernah mengutarakan isi hatinya kepada kita. Beliau hanya diam dan senantiasa bekerja demi kehidupan keluarganya.

Sampai kapan pun saya akan tetap bangga dengan Ayah tercinta saya. 

Beliau adalah sosok pekerja keras. Meskipun hanya tamatan pendidikan rendah. Namun, kerja keras dan cita-citanya sungguh sangat luar biasa. Berkat kerja keras beliau, saya pun bisa mengecap manisnya pendidikan di perguruan tinggi. 

Ayah, ijinkan aku memberikan sebuah puisi sederhana untuk mu di hari Ayah 12 Nopember 2016

Ayah

Begitu lembut tanganmu memapah aku agar bisa berdiri dengan kedua kakiku
Begitu gigih kau berjuang demi masa depan ku
Dan Kini matahari sudah beranjak ke ufuk barat
Tangan yang dulu kuat kini sudah menua
Kini sudah waktunya akulah yang akan menjadi penopang hidupmu
Akulah kini yang manjadi tongkat agar engkau tetap berdiri
Ayah , engkaulah sang surya dalam hidupku

Yah, di hari ayah ini aku pun belum bisa seperti ayahku. Menjadi sosok pekerja keras demi keluarga. 
Mencontoh ayah menjadi pribadi yang sederhana adalah dambaan kita semua.

Ayah adalah pahlawan sejati. Sangat tepat disematkan bila hari ayah pun jatuh pada bulan Nopember.
Di Hari Ayah ini, semoga para ayah dan yang baru menjadi ayah atau bahkan akan menjadi ayah, saya ucapkan selamat hari Ayah.

Semoga kita bisa mengemban pribadi sebagai pribadi seorang ayah.

Selamat Hari Ayah tuk seluruh ayah di Nusantara !

0 Response to "Di Hari Ayah, Aku Pun Belum Bisa Menjadi Seorang Ayah"

Posting Komentar

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !

Iklan Atas

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel