Inilah Dampak Buruk Jika Anak Dipaksa Pintar Semua Pelajaran Langsung ke konten utama

Inilah Dampak Buruk Jika Anak Dipaksa Pintar Semua Pelajaran

Dampak buruk jika anak dipaksa pintar semua pelajaran - Saya pernah melihat orang tua yang kadang kecewa ketika anaknya memperoleh ulangan matematika kurang memuaskan. Saat itu orang tua langsung beranggapan kalau anaknya itu bodoh. Wah, terlalu ekstrim ya sobat. Namun, hal tersebut memang ada diantara kita. Orang masih beranggapan kalau anak itu harus pintar dalam semua pelajaran. Padahal seperti yang sudah kita yakini kalau setiap orang itu memiliki kemampuan yang berbeda satu sama lain. Demikian pula dengan anak kita. Mereka pastinya memiliki sisi kelebihan dan kekurangan yang harus kita terima dengan bijaksana sebagai orang tuanya. 

Bila anak kita mampu berprestasi pada bidang yang lain, lalu buat apa kita terlalu memaksakan mereka untuk hebat dalam semua pelajaran. Padahal kalau kita sadari lebih lanjut, banyak orang tua yang memberikan les di luar jam sekolah pada anaknya dengan harapan agar anak bisa lebih pintar. 

Saya rasa semua itu hal yang wajar, asalkan jangan sampai memaksakan anak. Memberikan les di luar jam sekolah, diberikan sebagai penyadaran pada anak, bahwa masih ada yang belum mereka tuntaskan saat belajar di sekolah. Maka dari itu, anak dibiasakan agar menuntaskan kegiatan pembelajarannya.

Anak yang dipaksakan untuk belajar dan belajar akan berakibat tekanan mental pada anak. Bila demikian anak pun akan menjadi stres. Apalagi ditambah sering dimarahi saat anak belajar karena kekurangan mereka.

Hal yang penting dilakukan adalah melakukan pendampingan pada anak. Baik dilakukan oleh guru di sekolah maupun orang tua di rumah. Hal ini akan memberikan dampak yang positif bagi anak. Mereka akan merasa lebih berada pada lingkungan yang bersahabat. 

Memaksakan anak pintar dalam semua pelajaran juga akan membuat mereka tidak mengenali potensi yang mereka miliki. Syukur bila anak memiliki kemampuan multi talenta. Tapi bila tidak, sangat disayangkan hal tersebut akan berdampak pada kemampuan terpendam yang anak miliki kurang diasah dan diberikan sebuah ruang untuk berekspresi.

Memang sekarang ini masih dirasakan oleh sebagian orang, kalau pembelajaran di sekolah misalnya di sekolah dasar membuat agar anak menjadi pintar semua pelajaran. 

Namun, sejatinya hal tersebut tidaklah demikian. Sekolah tidak memaksakan anak agar pintar semua pelajaran. Anda bisa tanyakan pada guru atau kalau anda jeli di raport anak tertera perolehan nilai KKM ( Kreteria Ketuntasan Minimal ) 

Nilai KKM tersebut mencerminkan anak menuntaskan dalam mempelajari sebuah mata pelajaran sesuai dengan batas minimalnya. jadi ketika anak anda mampu memperoleh nilai KKM bahkan sudah melampaui KKM berarti anak anda sudah tuntas. syukur jika nilainya mampu melebihi KKM, itu menandakan anak anda berbakat pada pelajaran tersebut. Nah, disanalah peran orang tua dan guru untuk menggali dan mengembangkan kemampuan anak lebih lanjut.

Pendidikan bukan membuat anak meninggalkan potensi yang mereka miliki, tetapi mengembangkan apa yang mereka mampu. 

Semoga pendidikan di negeri ini semakin maju. Salam pendidikan bagi sahabat semua !

BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Komentar