Film Animasi Sebagai Media Literasi Siswa SD

Film animasi merupakan tontonan yang bersifat menghibur dan mendidik dan paling disukai anak-anak. Tentu anda masih ingat diwaktu kecil dulu, tayangan film animasi tidak pernah dilupakan untuk ditonton. Tidak boleh tertinggal sedikit pun jalan ceritanya. Bahkan ketika ketinggalan episode film, maka bisa dipastikan rasa kecewa akan menyelimuti perasaan. Mengapa demikian, karena keesokan harinya akan diceritakan kepada teman sekolah di waktu jam istirahat. Hal itu tidak lepas dari masih minimnya jumlah pesawat televisi yang beredar di masyarakat. Jelas karena kemampuan ekonomi saat itu masih sangat rendah, sehingga tidak semua kepala keluarga memiliki pesawat televisi.

Kebiasaan anak sekarang ini mereka lebih suka membicarakan apa yang mereka alami. Bisa dilihat dari kegiatan siswa di jam istirahat, kebanyakan siswa lebih asik mengobrol daripada menuliskan apa yang mereka alami, yang didengar, dan apa yang mereka baca. Padahal kalau di dengarkan ketika siswa berbicara, mereka mampu menceritakan semua yang mereka dengar dan mereka tonton dengan lancar dan terstruktur.

Sekarang ini pemerintah telah menggalakkan Gerakan Literasi Sekolah. Budaya literasi harus ditumbuhkan dalam diri siswa dengan menyelaraskan dengan pengalaman dan dunia mereka. Budaya literasi erat kaitanya dengan aktivitas baca dan tulis. Tentunya guru harus lebih kreatif di dalam menumbuhkan budaya tersebut, sehingga akan memberikan manfaat bagi siswa sekaligus tidak memaksakan siswa untuk melakukan segala sesuatu yang tidak mereka sukai.

Film animasi yang tayang di televisi dan media online sangat beragam. Tentunya semua tontonan tersebut tidak semuanya memiliki pengaruh yang positif bagi tumbuh kembang siswa. Guru dan orang tua hendaknya mampu menyeleksi  tontonan yang bermanfaat bagi perkembangan anak. Saya yakin orang tua dan guru mampu dengan bijak memberikan pilihan tayangan yang bisa dijadikan sebagai media literasi.

Menonton film animasi bagi siswa adalah suatu kegiatan yang amat menyenangkan. Ketika siswa tersebut sangat tertarik dengan tayangan film yang mereka tonton, lalu kenapa kita tidak minta mereka untuk menceritakan kembali apa yang mereka sukai tersebut kedalam bahasa tulis.

Guru yang kreatif bisa mencoba menggunakan pengalaman siswa menonton sebuah tayangan animasi sebagai media dalam membuat karya tulis. Berikan sebuah tayangan animasi kepada siswa, lalu biarkan mereka menceritkan kembali apa yang  sudah mereka tonton tersebut secara bebas sesuai dengan kemampuan mereka. Saya yakin, bila beberapa siswa diberikan tayangan sebuah animasi, maka bisa dipastikan akan ada alur cerita yang beragam dalam tulisan mereka. Tentu ketika cerita tersebut dibacakan akan memberikan warna yang sangat berbeda dari cerita sebelumnya. Siswa pun dilatih untuk lebih kreatif dan melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang beragam.

Dengan menggunakan media film animasi untuk menumbuhkan literasi siswa maka mempermudah siswa dalam menuangkan kembali apa yang mereka lihat dan alami kedalam tulisan. Disamping itu, siswa pun akan lebih bersemangat dalam menulis, karena mereka diawal menulis sudah memiliki pengalaman yang menarik melalui menonton tayangan film animasi. (gnr)

0 Response to "Film Animasi Sebagai Media Literasi Siswa SD"

Post a Comment

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel