PR Masih Perlu Diberikan Kepada Siswa?

Pekerjaan Rumah merupakan bentuk tugas yang diberikan kepada siswa sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan oleh guru bersama siswa di sekolah.

PR yang diberikan guru bisa berupa soal-soal tentang materi yang telah dipelajari dan bisa juga berupa aktivitas menemukan informasi pada sumber-sumber lain yang bertujuan agar siswa senantiasa membaca dan mencari pengetahuan.

KEBIASAAN GURU DALAM MEMBERI PR

Dalam memberikan PR beberapa guru memiliki seni tersendiri. Ada yang memberikan PR dengan jumlah yang cukup banyak , bahkan semua mapel yang diajarkan oleh guru semuanya diberikan PR.


Ada juga guru yang memberikan PR dengan menugaskan siswa menjawab soal pada buku paket.

Dan ada pula guru yang memberikan PR kepada siswa berupa tugas yang masih ada kaitannya dengan materi pelajaran yang dipelajari.

APAKAH PR MASIH TEPAT DIBERIKAN?

Menurut saya semua itu kembali pada tujuan dari diberikannya pekerjaan rumah. Bila PR yang diberikan bertujuan agar siswa bisa mempelajari kembali materi pelajaran tersebut di rumah, bukankah itu cukup baik. Dengan adanya PR, siswa lebih terlatih bahwa belajar harus dilakukan setiap hari dan bukan pada waktu ada ulangan atau PR saja.

Yang terpenting adalah bagaimana guru mengemas pemberian PR bagi siswa. Prinsip-prinsip pemberian PR hendaknya diperhatikan dengan baik oleh guru. Sehingga PR bukan sebuah bentuk tugas yang malah menyiksa siswa, sehingga membuat kebanyakan PR dikerjakan oleh orang tua siswa.

PRINSIP PEMBERIAN PR KEPADA SISWA

Ada beberapa prinsip yang selalu saya pegang teguh dalam memberikan PR kepada siswa, dan semoga bermanfaat bagi sahabat pembaca disini :

1. PR diberikan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. 
Bila PR tersebut berupa daftar pertanyaan-pertanyaan, maka saya selalu memberikan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Maksimal 5 butir soal. Bentuk butir soal yang diberikan selalu soal uraian. Mengapa? Dengan soal uraian kita akan bisa membuat soal yang terbuka. Soal terbuka tentu akan membuat siswa lebih memungkinkan memberikan jawaban berdasarkan pemahamannya dan bukan dari sekedar hapalan.

2. PR harus segera dikoreksi oleh guru
PR yang sudah dibuat oleh siswa harus segera di koreksi oleh guru. Jangan lupa bubuhkan kalimat yang bersifat motivasi pada pekerjaan siswa. Bila guru hanya memberikan PR dan tidak ada tindak lanjutnya maka sama saja dengan bohong.

3. PR yang diberikan tidak mengambil pada buku paket
Susunlah butir soal secara mandiri. Guru bisa memperhatikan sejauh mana kegiatan pembelajaran sudah diselesaikan. Sehingga PR yang diberikan bisa dijadikan untuk mengukur daya serap siswa.

4. Pemberian PR tidak hanya berupa soal-soal
Pekerjaan rumah / PR bisa juga diberikan dalam bentuk mempelajari sebuah materi tertentu atau menemukan informasi pada buku sumber lainnya. Dengan cara ini, siswa tidak akan merasa terbebani dengan PR dan tidak akan ada peluang kalau PR lebih banyak dikerjakan oleh orang tua siswa.

5. PR yang diberikan sebagai aplikasi materi yang telah dipelajari
Ketika siswa sudah bisa mencari luas persegi panjang. Mungkin nanti siswa bisa diberikan PR mencari luas meja belajarnya di rumah, mencari luas satu buah keramik yang ada di rumah, atau dengan kata lain mengukur luas permukaan yang berbentuk segi empat panjang di rumah masing-masing siswa.

KESIMPULAN
Pekerjaan Rumah / PR merupakan bentuk aktivitas belajar mandiri yang diberikan oleh guru kepada siswa. Dimana nantinya orang tua berperan penting di dalam mendampingi anak mereka belajar di rumah.

PR yang diberikan kepada siswa hendaknya memperhatikan kondisi siswa. Jangan sampai siswa malah terbebani dengan tugas yang diberikan oleh guru.

Jadikan PR sebagai bentuk melatih kemandirian siswa dan melatih siswa untuk senantiasa belajar sepanjang waktu. Guru juga hendaknya memperhatikan bagaimana menjadikan PR sebagai sebuah kegiatan yang menyenangkan bagi siswa ketika belajar di rumah. Baik secara mandiri maupun berkelompok.

Memberikan PR atau tidak kepada siswa sebenarnya sepenuhnya adalah Hak guru untuk memberikan apa yang terbaik bagi siswanya. Karena yang terpenting adalah guru senantiasa memberikan yang terbaik bagi siswa.

Bila tanpa adanya PR setiap hari membuat siswa tidak pernah mengulang pelajaran di rumah, sebaliknya dengan adanya PR siswa lebih giat mengulang pelajaran, mana yang menurut anda terbaik bagi siswa?

Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat !

0 Response to "PR Masih Perlu Diberikan Kepada Siswa?"

Post a Comment

Silakan tulis komentar Anda dibawah ini. Komentar Anda akan muncul Setelah Disetujui oleh Admin.
Terima kasih atas kunjungannya. Wassalam !

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel